Yeaahh.. i am new Radiologist

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

Stase MRI = Mesti ngRasa Ikhlas, uhhhuy

Yuhuuuuu….. Assalamualaikum

Bulan maret ini daku, PPDS radiologi semester V ditugaskan untuk stase MRI selama sebulan. Dimana alat MRI (magnetic Resonance Imaging) punya RSSA lagi rusak, tak bisa beroperasi dan menunggu alat baru yang lebih canggih pastinya… Jadi, yang stase MRI bebas stase dong, bisa nyicil tugas dong, bisa pulang cepet dong, bisa rutin makan siang dong ?!?!?! dang ding dong…. itu mah maunya PPDS.. Kenyataannya, stase MRI diperbantukan di USG yang memang PPDSnya cuma 2 orang dengan rata rata pasien per harinya 50-60an….

Okeee… padahal bulan februari selama sebulan, daku sudah stase USG… hihihih. Lucunya, dalam status “pembantu” ini, daku masih penjadi pilihan untuk mengerjakan kasus kasus yang WOW, misalnya bayi krucil krucil yang super imut, klo kena gel USG menggeliat geliat, nangis, gerak gerak, takut- jadi teknik USGnya mesti penuh rayu, sigap memencet tombol freeze- kalo ga gitu kehilangan gambar yang diinginkan, merayu ibunya untuk ikut tenang, mengudang si krucil untuk kooperatif…dsb. Belum lagi menu menu muskuloskeletel, frozen shoulder, CTS, trigger finger yang cukup membuat tangan kita linu linu juga dalam meng-USG, menu doppler vaskuler yang mesti telaten dan lain lain… yaa salah satunya gara gara Bu Lita, perawat yang mbaurekso di ruang USG- dimana tugasnya mengatur alur pasien disesuaikan dengan mesin USG mana, kamar berapa, daaan beliau juga yang selalu mengingat namaku– menu canggih clingg langsung ingat dr.Siswi… haisshhh, saya “pembantu” buuu….jangan menu yang berat berat hahahaha… karena sebulan kmrn udah di USG kali yeee… Alhamdulillah.. yaa Mesti ngRasa Ikhlas, ilmuu dan pengalaman itu mahaal kawan ^^

Karena tertulisnya di jadwal, adalah stase MRI – dimana berasa “ga stase-alat rusak”,  jadi diajak untuk CPC, seminggu bisa 3 kali. Dimana CPC itu diskusi dengan bagian lain, bisa dengan ilmu kesehatan Anak, Bedah, Orthoped, urologi, neurologi dan lain lain, membicarakan kasus pasien yang memang cukup complicated baik segi diagnosis, terapi, rencana terapi dll. Nah di acara CPC itulah, PPDS pasang muka untuk presentasi bagaimana imaging yang telah dilakukan pada pasien, mempertanggungjawabkan ekspertise kita di depan para sejawat lain, menjawab pertanyaan klinisi bak ujian oral, berdiri di dekat lampu light case, menggerak gerakkan cursor laptop-menunjuk lesi yang terkadang kita bingung- karena dari awal kita tidak mengikuti pasiennya, baru tahu saat itu juga klinis dan hasil laboratoris si pasien, sehingga hasil jawaban imaging yang memiliki DD banyak, bisa dikerucutkan saat itu juga, tanpa persiapan jawaban sejak awal…  Yaa disitu kadang saya merasa dag dig dug… Secara kadang baru lihat foto foto radiologinya ndadak, jawaban yang dulu ilang, parno duluan sama senior senior lain.. heheh.. tapi seru dapat banyak ilmu dan pengalaman, daan Mesti ngRasa Ikhlas… Alhamdulillah.. CPC ohh CPC

Terus terus..setiap minggu pada bagian radiologi selalu diadakan diskusi kasus menarik “weekly report”. Yaa dimana mana naluri PPDS itu pengennya ga banyak tugas, ga presentasi, santai, tapi berilmu, maunya instan ilmu dari Pof Chang (baca :changkem) yaitu ilmu rungon rungon. iya Ga ?! naahh, lha wong alatnya rusak, yaa ga ada kasus dong..tinggal menyimak stase lain yang presentasi. uhuuuyy. EIT tidaaak, Allah Maha Penyayang memang, Daku yang males belajar, maunya instan2 kaya di atas itu, dapat tugas kasus kasus MRI dari RS swasta yang mesti di presentasikan saat weekly… Dan kali ini, justru 4 stase yang jelas jelas ada Kasus untuk dipresentasikan–> dipending untuk presentasi, demi mendengar presentasi HANYA kasus MRI, jadi daku sajo yang presentasi bak dosen memberikan kuliah, bisa menunjuk2 dan menjawab pertanyaan audience, guna me re call ingatan kita semua, karena tidak terpaparnya kasus2 MRI gegara mesin rusak. aw aw aw.. Alhamdulillah…  ya memang Mesti ngRasa Ikhlas…

Terimakasih para teman teman, Senior dan Mba Indri yang ngatur jadwal…

Stase kali ini memang Stase MRI=Mesti ngRasa Ikhlas… I Love Radiologi ❤

Stase MRI saat rasa ikhlas itu tidak harus dimiliki :D

Stase MRI saat rasa ikhlas itu tidak harus dimiliki 😀

penuh ceria di MRI - sebelum alat rusak-

*bukan curcol, murni ingin menulis di blog daripada menulis referat…. huaaaaaaaa*

Salam, -kamar jaga PPDS radiologi-

Stase USG (Ultra Sini Gosip)

Sebagai PPDS Prodi Radiologi, satu bulan ini aku menjalani stase USG..  di Radiologi ini amat sangat berhubungan dengan imaging (foto), tapi di stase USG ini kita dapat bertemu dan berbincang langsung dengan pasien. Nahh karena saya juga seneng berinteraksi dan berkomunikasi (baca=cerewet), maka di stase ini saya bisa mengeksplore hobi saya.. (kali ini saya stase dg dr. EV- asal blitar)

Seneng aja, sambil meriksa abdomen, mencari cari temuan temuan, memencet mencet gel yang kadang berbunyii preeet kaya kentut, berdua dengan pasien di bilik bilik, memantengi monitor dengan gambar hitam putih daannn yang paling asyik, saya bisa mengetahui cerita cerita, latar belakang pasien dan gosip dengan gelombang ultra alias hanya kita aja yang tahu..*yaa terkadang bilik sebelah ikut dengerlah* hehehe

Image

Tiap hari dapet cerita berbeda beda tentang pasien.. Mulai tanya seputar penyakit, apa yang di rasakan, rumahnya mana, putra berapa, kerja dimana, kesini sama siapa.. Pertanyaan simpel, tapi seru aja. Awal kita melihat keadaan umum pasien lemah, atau seperti dengan kesadaran tidak penuh, atau dengan muka menyeramkan, kadang kita sempet mengurungkan untuk tanya tanya. Tapi beberapa kali saya salah menilai, justru mereka asyik menceritakan keadaanya atau keluarganya.

Ada seorang guru yang karena sakitnya, dia tidak bisa bekerja,dia rindu mengajar anak anak SD kelas 1, ada juga seorang yang tidak punya  uang sehingga jalan dari singosari-RSSA untuk periksa USG, ada juga mahasiswa yang insyaf dari minum alkohol,  ada juga karyawan pajak yang batu ginjalnya tumbuh lagi dan lagi, ada seorang petani sayur yang berjanji mengirimkan hasil panennya kepadaku, ada ibu yang cerita anak anaknya sukses semua, ada yang curhat tentang pelayanan kesehatan di kotanya, ada yang beribu ribu terima kasih dan bersyukur karena hasil kontrolnya baik baik saja, ada yang minta tolong sambil menangis saat anaknya lemas diatas bed dengan perut semakin membesar,  bahkan ada juga kakek yang mencarikan cucunya calon istri dan otomatis dokter yang meriksa yang di tawarin *saya sudah beranak 1 pak* hihihihihi…..

Seperti membaca novel tiap hari… saya belajar memaknai hidup dan kesabaran dari beliau beliau. Bagaimana tetap tegar meski sel kanker sudah menyebar kemana mana, meski antri dari pagi dan puasa, meski sudah menahan kencing dan tidak boleh kencing, jika kencing meski antri lagi karena kami kesulitan menilai struktur sekitar jika kandung kencing tidak penuh… meski jauh dari luar kota, di kotanya ada USG tapi tetap datang ke malang karena merasa lebih lengkap.. (selama ini si banyak pasien yang setanah air dengan si dr. EV–> blitar. heheheh).

Mungkin di saat aku tidak bisa mendengar cerita orang2 terdekat yang sedang jauh, Allah mengirimkan cerita2 lain dr orang2 jauh yg berada disekitarku #eeeeaaaa curcol

Yap stase USG semoga kulalui dengan lancar… sambil membuka gorden hijau kamar 1 atau 4, yUUUkk ahh Sini Gosip (USG)  dengan sayah 😀

Uhhh Sini Gosiip

Uhhh Sini Gosiip

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nah meski stase USG, setelah pasien habis, kita bersama samamenghabiskan membaca dan menulis expertise plain foto yang ratusan….

SEMANGAAT FOTOOOO :P… bolpeeen, tipe ex, krek krek, busuuur, penggariis, abang abang…. :))))

EV, SW, BR, NA

EV, SW, BR, NA

 

 

 

 

 

(terimakasih kepada pengambil foto EV dan CH telah mensupport kenarsisanku buat ng-blog..qiqiqiqiqiqi

Kamar 106

Berawal dari kewajiban kita, para PPDS untuk melaksanakan ordik sebelum nanti januari 2013, kita bertugas dan belajar di prodi masing masing. Pada tanggal 12-14 Desember 2012, kita diwajibkan mengikuti pelatihan character building di Lawang. Dengan membawa peralatan tempur yaitu tas yang cukup membuat otot hipertropi, kami berkumpul di sekolah kita RSSA.

Berangkat setelah sholat dhuhur, menggunakan bus. Ada 3 bus yang disediakan untuk para PPDS baru ini. Dan saya masuk dalam daftar bus 2..

Image

meski busnya amat sederhana… tetep nyaman dan smile 😀

Sesampai disana kami makan siang, dan didaftar untuk mendapatkan kunci kamar penginapan. Nah, kunci dengan nomor kamar 106, yang ku dapat. Ternyata aku sekamar dengan teman seprodi “Radiologi”… Alhamdulillah, paling ga udah sering kumpul kumpul, udah tahu sedikit karakter mereka, udah sering berinteraksi buat ngerjain tugas, makan banreng, gossip bareng bahkan contoan saat ujian bareng…hihihih 😛

..  Mereka adalah dr. Ni Komang Darmiastini, dr. Evelyn Christina dan saya sendiri dr. Siswidiyati

Selama 3 hari disana kita digodog agar menumbuhkan karakter yang special, juara, professional, agent of change dan berbagai kalimat positif lainnya. Seruu banget, karena mayoritas acara diisi dengan game game yang menumbuhkan rasa kebersamaan, kerja sama, percaya dsb. Meski harus dilakukan dengan gendong, tarik, basah basah, marah, bersitegang, namun tak jarang tertawa lepas juga kita alami 😉

Image

PPDS 1 periode januari 2013-munarjati lawang

Image

Saya ga akan cerita banyak tentang kegiatan disana, yang selaku provider adalah RIDAM-school of character..

Saya akan bercerita tentang teman sekamar saya…

Image

mau beraktifitas, yukkk keluar kamar sama sama ^___^

Dr. Ni Komang D à menurutku dia teman yang asyik, positif, dewasa dengan suara yang sekseehh, Alto banget dah. Dia mempunyai aktifitas rutin yang bikin aku melongo… apa itu ? yupp, telpon suami tiap ada waktu nganggur (meski hanya beberapa menit, meski mata udah nguantuk, meski sinyal naik turun)… RAjiiiin banget laporan. Hihihih. Suaminya berada di Bali, apapun kegiatannya, kamar gimana, teman sekamar, mandi pake mindset apa, bentuk pelatihnya kaya apa, ada cowok yang usil ga, hp sudah di cas belum, bahkan mungkin bentuk gantungan kunci kamar 106 pun, diceritakan pula.. yaaa tau sendiri, kalo telpon roaming mah kita… bahasa bali siih… :D. Dia juga yang mengingatkanku dan membuatku sadar untuk laporan ke suami, meski saat outbond ini suamiku lagi sebel tingkat dewa karena acara hanimun di jogja batal… 😛

Dr. Evelyn C à beda lagi dengan cewek satu ini. Dia paling jarang telpon suami, karena ditinggalin jaga dan SC. J. Anaknya tegas, baek, ga peritungan, ‘tante cantik’ kata farren, ceplos dan keliatan wajahnya kalo udah ga suka sama sesuatu ataupun seseorang… :D. Ibu baru yang ini neh, rajinnya rajin MOMPA asi… jadi selama outbond teman yang lain sempet bawa hairdryer, snack satu kresek, baju ganti lebih.. ehhh dia nenteng2 coolerbox, buat nyimpan ASIP. Mantaaap, dapet 15 botol euy. Mungkin diantara peserta PPDS lain, hanya dia satu satunya yang mengetahui dimana letak dapur penginapan yang luas itu.. *nitip ASIP di kulkas*.  Bingung cari kresek buat nyimpen baju kotor ?? tepaat, hubungi evelyn di 0856xxxxxxx, dia selalu siap sedia 1 pak tas kresek warna hitam di tasnya :D. Dia ini yang meringankan mobilitasku selama acara outbond ini, karena berkat dia, acara berangkat dan pulang bawa tas sebesar karung beras terasa lancar.

Dari perbedaan perbedaan sifat dan karakter teman teman di kamar 106, saya pribadi cukup enjoy.. karena apa? Karena kita memiliki banyak persamaan

  1. Sama sama LDM/LDR
  2. Sama sama suka anak kecil
  3. Sama sama suka menyanyi (di kamar mandi)
  4. Sama sama disiplin dalam waktu
  5. Sama sama ceria dan gokil
  6. Dan yang terakhir ini nih yang bikin seru à NARSIS ABIIIISSS

Jika ada kamera, rela deh lari lari, manjat manjat atau bahkan tumpuk tumpuk demi mendapatkan gambar yang yaaah…lumayan okelah…

Image

berbeda beda, tetapi tetap numpuk jua

Image

grup hitam manis dan pink panther….;)

Selamat berjuang kawan…. Tepuk dokter… prok prok prok (tangan), prok prok prok (dada), prok prok prok (paha), prok prok prok (pantat), DOKTER, SAYA !!!!

tahap tigaaaa >__<

Setelah lulus ujian tahap dua, sekarang saatnya ujian tahap 3. Ujian tahap 3 ini dimulai tanggal 24 september 2012. fiuhhhhh… saatnya ujian per bagian, fokus dengan bidang masing masing yang dipilih. Karena saya memilih bidan radiologi, wiken pun diisi dengan belajar belajar belajar ^___^ *farren, ke rumah Uti dulu ya* :*

Hari pertama

Ujian tulis 50 soal, pilihan ganda, dengan soal soal separuh bahasa Indonesia, sisanya bahasa english ;). Waktu 50 menit. Setelah selesai dan dikumpulkan, diberi istirahat 15 menit, lumayan buat makan kue dan air mineral yang sudah disediakan, kita cocokan jawaban… huaaaa kok banyak yang salah >__<.

Lanjut ujian berikutnya adalah baca foto. Dibagi menjadi 5 meja, masing masing meja ada 4 foto rontgen yang mesti di jawab jenis foto apa, memakai kontras apa, deskripsi foto dan diagnosa/DDx. Total ada 20 soal baca foto, 5 diantaranya mesti pake bahasa inggris… biuuhhh baca foto pake bahasa indonesia aja serasa nyanyi lagu indonesia raya, dengan soal a, b, c d, 5 menit pula waktunya; apalagi pake bahasa inggris. Dan saya kebagian di tempat duduk yang soal dan jawabnya bahasa inggris semua, di menit pertama…. ALAMAAAKKK >__<

fuuuhhh 20 menit kali 5 meja = 100 menit, lihat “hitam putih fotomu”…. yaaaaa. kasusnya fullblown si, cuma karena terbirit birit menulis nyanyian foto yang panjang, serta mesti masang masang foto di neon box plus cari amplop berisi pertanyaan yang sudah tidak urut *karena rolling tempat duduknya*, jadi yaaaa…. lumayan aktif lah glikogenolisisnya….*krucuk krucuk*…

oya waktu itu yang keluar seputar TB miliar, efusi pleura, osteochondrome, Ca colon intraluminar, mastoiditis, HSG-salpingitis, fraktur Smith, fraktur costae+hemothoraks, IVP double system ureter, atelektasis, Ca paru, foto pelvis metastase dan foto eisler, sinusitis akut, volvulus  >___<

Dalam periode PS PDS kali ini kami berlima yang mendaftar di radiologi… 4 lulusan FKUB, 1 lulusan UNAIR. Ada yang angkatan 97, 2002 dan 2005. Alhamdulillah kita aku tak merasakan aroma persaingan. Kita lebih seperti teman yang berjuang bersama, kalo ada bahan ujian kita sharing, kalo ada bocoran soal kita saling sms. hmmmm Semoga keterima semua… AMIN

Image
Siswi, Bertiana, Nana, Evelyn, Charles

HAri ke 2

Hari ke 2 saatnya tes wawancara. Kami berkumpul jam 8 di instalasi Radiologi RSSA Malang. Hari ini jadwal ujian wawancara dengan 4 dokter senior. Beuuhh semalam aku sudah latiah ngomong di depan kaca. Mencoba rileks, tenang, jelas kalo bicara dan tetap sopan. Topik dari tes wawancara ini seputar motivasi, mengapa masuk sini, alasan, tentang keluarga, studi kasus mengenai pertemanan, bagaimana menyikapi masalah, keuangan siap atau tidak, setelah lulus apa rencananya dsb. Pada umumnya kami berlima sama pertanyaannya. Tetapi pasti masing masing calon PPDS pasti ditanyai sesuatu yang bikin “skak mat”. Kalau aku si masalah suami yang jauh, ga takut cemburu? Kalau suamimu diambil orang gimana?, Yang masih single pasti dikejar soal radiasi, ga takut infertil, nanti suamimu ga terima bagaimana?. Yang punya baby, gimana bayimu kalau ditinggal, sanggup? ASI ndak? Gitu gitu deh…

Ohya, salah satu senior tes wawancaranya mengenai teori dan prosedur HSGarteriografi, IVP, cara memasukkan kontras, dan disediakan alat alat di depan meja beliau, kita disuruh menjelaskan nama dan fungsi alat alat tersebut…

Hari ke 3

Nah ini hari terakhir kita ujian… semalam dibawa nyantai aja. Kali ini wawancara dengan 3 senior. Salah satunya interview in English… waktunya setengah jam lagi. Biyuuuhh ngomong apa aja ya?! Tapi Alhamdulillah, so far so good lah, meskipun my English is grathul grathul :D. Dokternya cantik, sabar, jadi dibalas dengan pasang senyum manis dan reflek garuk garuk jilbab kalo ngeblank mesti jawab apa *aku siii* :D. Hari ini pertanyaannya juga hampir sama dengan hari kemarin. Oh ya satu lagi, kita mesti translate beberapa paragraph jurnal/artikel berbahasa inggris ke Indonesia…

TADAAAAAAAAAAAAAA…..tinggal nunggu pengumuman tanggal 4 Oktober,2012 semoga mendapat hasil yang terbaik untuk kita semua…. Love you Allah…

Angiography procedure

angiography

teknik yang digunakan untuk mencapai akses arteri adalah dengan teknink Seldinger (It is named after Dr. Sven-Ivar Seldinger (1921-1998), a Swedishradiologist from MoraDalarna County, who introduced the procedure in 1953). Steps in the Seldinger technique :

  • A needle (biasanya 18 gauge) with stylet is advanced through both walls of the vessel
  • The stylet is removed and the needle is withdrawn slowly into the vessels lumen. Pulsatile blood will flow out the back of the needle
  • A guidewire is advanced into the vessel using fluoroscopic guidance
  • The guidewire is hel in place and the needle is removed over the wire while firmly compressing the puncture site
  • A catheter is passed over the wire into the vessel lumen
  • The guidewire is removed, leaving the catheter in the vessel ready for injection of contrast media

alat yang digunakan

The area of the groin or arm where the catheter will be inserted is shaved, cleaned, and numbed with local anesthetic. The radiologist will make a small incision (usually a few millimeters) in the skin where the catheter can be inserted into an artery. The catheter is then guided through the arteries to the area to be examined. After the contrast material is injected through the catheter and reaches the blood vessels being studied, several sets of x-rays are taken. Then the catheter is removed and the incision site is closed by placing pressure on the area for approximately 10 to 20 minutes (or by using a special closure device).

sandbag

Skin entry: A small skin incision is sometimes needed, using a scalpel through which a Seldinger needle is inserted to puncture the femoral artery. The arterial needle is held between the index and the middle fingers of the right hand (as if holding a pencil) with the tip bevel directed upward. The needle is introduced through the skin and advanced slowly toward the artery at a 30 to 45-degree angle to the horizontal plane. Pulsation may be felt when the needle contacts the arterial wall and a slight resistance to the needle can be felt as it passes trough the wall. At this point, the a jet of blood from the needle hub confirms arterial puncture. The J-tipped guidewire is straightened and introduced into the needle with the right hand. The wire should be introduced only when a good pulsatile blood flow is present. Guidewire insertion: the guide wire is advanced gently into the artery and it should move without resistance and the needle is withdrawn, then followed by insertion of a 5F sheath-dilator assembly over the wire while holding the guidewire straight and stable, the operator introduces the sheath-dilator assembly into the artery by firmly holding it close to the tip, making, clockwise and counter-clockwise half-rotations and applying firm advancing pressure.

When the examination is complete, you will be asked to wait until the radiologist determines that all the necessary images have been obtained. Your intravenous line will be removed.

MMPI?? apaan tuh ?:D

Hai hai… Assalamu’alaikum…

kali ini aku menulis tentang UJIAN. Yup, saat ini aku sedang menjalani ujian masuk Program Pendidikan Dokter Spesialis. Ga usah diceritain ya, ambil apa… hehehhe

Ujian masuk PPDS ini dibagi menjadi 3 tahapan seleksi

  1. Seleksi tahap 1 : berupa administrasi, umur, IP S1, Koass dsb
  2. Seleksi tahap 2 : MMPI (psikotest), Toefl, Kesehatan dan TPA
  3. Seleksi tahap 3 : ujian tulis dan wawancara prodi masing masing

Alhamdulillah, saat menulis ini, lulus seleksi tahap 1 dan sedang menjalani ujian tahap 2. Kali ini saya bercerita tentang MMPI, yang memang baru pertama kali saya ikuti

MMPI atau Minnesota Multiphasic Personality Inventory, merupakan tes psikologi yang sering dipakai untuk mengetahui mental illness. Tes ini berupa ratusan pernyataan, bukan pertanyaan. Jadi saat melakukan tes, badan harus sehat, fit, karena bakalan pusing lihat pernyataan banyak dan diulang ulang. KUNCI dari menjawab MMPI ini harus JUJUR. Jawaban pernyataan hanya berupa setuju (+) dan tidak setuju (-). Tes ini berisi pernyataan sehari hari yang sering kita lakukan, pernyataan masa kecil, dan terdapat pernyataan pribadi, tentang seksual. SANTAI aja, asal JUJUR, insya Allah valid. Oya, tes ini ada 567 soal kalo ga salah inget, ehh apa 467 ya?! Ratusaaan. Waktu aku tes, dipimpin oleh dr.Buntoro, SpKJ, dimana kita bisa tanya. Tapi kalo aku sih ga tanya. Lha wong pernyataan umum, pribadi, kan kita yang tahu.. Cuma kadang kadang kita bingung dengan maksud pernyataannya, jadi dari pada tersesat, tanya boleh kok

Hasil dari tes ini bukan menyatakan pintar atau tidak, baik atau buruk tetapi valid atau tidak valid. Jadi jawaban pernyataan tadi di masukkan ke program dan keluar hasil, bahwa orang ini cenderung ke bla bla bla, dilihat dari jawaban dari tipe tipe pernyataan seks, kepemimpinan, ego, hubungan dengan keluarga, teman, relasi dsb.

Image
lembar jawaban tes MMPI- ratusaan nomer ^^
cukup jawab + atau –

TIPS TES MMPI

  • Siapkan fisik yang fresh, sehat, jangan lupa sarapan
  • Mindset à terapkan kejujuran, santai
  • Siapkan alat tulis
  • Jangan terlalu dipikir dari setiap pernyataan. Baca saja sekali, dan jawab. Setuju atau tidak. Semakin diulang ulang, semakin mikir dan semakin bingung, mau jawab apa 😀
  • PERHATIKAN keterangan waktu di setiap pernyataan : kadang kadang, sering, jarang, ada kalanyaà sesuaikan dengan frekuensi kejadian yang pernah kamu alami sesungguhnya J
    • Ada kalanya aku ingin sekali berteriak kata jorok di depan orang yang mengecewakanku –> (+) iya sih, ada kalanya, ingin. Kan ga sering dan cm keinginan, daripada diempet bikin jerawat…heheheh
    • Aku mudah sekali menjadi canggung –> (-) nggak mudah sekali juga, aku sih pede pede aja lagi 😛
    • Aku sangat hati hati saat melewati trotoar yang rusak–> (-) nggak sangat, biasa aja. Toh kalo trotoar rusak, paling Cuma kesandung dikit, ketinggian trotoar berapa sih 😀
    • Aku kadang kadang memikirkan hal hal yang berbau seksual–> (+) iya dong kadang, secara udah cukup umur, udah pernah ngerasain, ehh jauhan dari suami lagi; gimana ga kepikiran ?! huehehehe
    • Gitu gitu deh, baca pernyataannya dengan santai aja dan berpikir logis. Sering kali pernyataan tersebut diulang di belakang dengan keterangan waktu dan frekuensi yang berbeda
    • Pada umumnya tes MMPI itu selesai sekitar 1-2 jam an.

Oke, gitu aja kesimpulan dari saya. EITTTS, ingat ya.. tips diatas ditulis oleh seorang peserta yang belum tahu hasil tesnya…hihihihi, kita lihat aja ntar. TETAP SEMANGAAAATT ^_____^