MY Lucky Day in December

Pada tanggal 19 dan 20 Desember 2015, diadakan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) Neuroradiologi di hotel  Sheraton Surabaya . Tema PKB kali ini adalah Imaging in brain and spine malignancy. Acara ini dibuka oleh ketua acara Dr.dr. Anggraini, SpRad(K), dihadiri oleh ketua PDSRI Cab VII Brigjen TNI dr. Terawan, Sp.Rad(K), diisi 2 lagu oleh paduan suara PPDS radiologi Unair.

Subtema pada PKB Neuroradiologi kali ini cukup menarik dan merupakan kasus kasus yang cukup sering ditemukan baik pada usia anak dan dewasa, bagaimana cara mendeskripsikan lesi, modalitas imaging selanjutnya yang diperlukan dan lain lain. Berikut adalah judul judul yang dibahas : Strategy in diagnostic imaging for tumor and tumor like lesions, WHO grading for brain tumor, imaging in pediatric brain malignancy, MRI in spinal cord lesions, The role of imaging in extraaxial brain esions, the role of imaging in estradural spine lesions, the role of imaging in intradural extramedular spine lesion, Adult and pediatric brain tumor and lesion mimicking tumor

Dr.dr.Yuyun Yueniwati, Sp.Rad(K), merupakan salah satu pembicara dari Malang (staf FKUB) yang menjelaskan tentang WHO Grading and Diagnostic Imaging For Brain Tumors. Beliau mempresentasikan kasus kasus terbanyak dari brain tumor baik tumor primer maupun sekunder serta membicarakan detil grading WHO berdasar imaging. Peserta dari malang antara lain PPDS Radiologi terdiri dari Charles, Siswi, Nana, Bertiana, Komang dan Albert, ada juga dr. Tyas, Sp.Rad dan dr. Dhanti, SpRad.

IMG-20151219-WA0002

Bersama Pembicara Neuroradiolog keren dan Brigjen dr. Terawan, SpRad(K) yang lagi ngehits itu 🙂

Pada acara PKB ini juga diadakan lomba E-poster. Berbagai peserta dari senter senter radiologi se Indonesia mengirimkan e-poster dengan kasus kasus yang menarik. Penilaian E-poster kali ini oleh tim juri yang bukan Radiolog, diketuai oleh Dr.dr. Agung, MSi dari Mikrobiologi, dimana beliau memiliki pengalaman banyak di bidang scientific research and poster di kelas dunia. Jadi menurut saya cukup obyektif  :P.

Hari kedua symposium dan workshop, diumumkan siapa siapa yang menjadi pemenang. Dijelaskan oleh tim juri bahwa poster yang baik adalah yang menarik, sesuai dengan tema scientific meeting saat itu, Judul menarik, dipahami oleh pembaca, ukuran tulisan jelas, penelitian berkelanjutan tentang salah satu penyakit dari tahun ke tahun yang diikuti, terdiri dari beberapa instansi/afiliasi yang terlibat dalam penelitian/kasus tersebut.

Salah satu e-poster kiriman PPDS Radiologi FKUB Malang berhasil menjadi 6 besar, di juara Harapan 1. yuhuuuuu itu poster kiriman ku. Judulnya  Radiologic Challenges to Assess Giant Cerebral Arteriovenous Malformation : case report.

piss

Kebetulan juga ketua dewan juri sepertinya juga seneng poto poto… Jadi beliau mengusulkan, ayooo yang menang Peace…… hihihihi… yeayyyy

Keberuntungan tidak hanya berhenti di pengumuman lomba e-poster. Selanjutnya diundi 2 doorprize utama, dan yang mendapat adalah dari Malang semua, dr. Dhanti, Sp.Rad dan dr. Siswidiyati.. iyaaaa namakuuu disebuuut… sebagai pemenang doorprize utama. BEEUUHH seumur umur indomi atau sabun attack sachet aja ga pernah nyantol kalo agustusan.. Sekarang dapat TV… ALHAMDULILLAH

TV

Dapat doorprize TV… alamaaaak Prof. Dr. Beni, Sp.Rad(K)-ayahanda dr.Thomas, SpOT-aduuh adhuuh, kebesaran hadiahnya… gimana bawanya…. *taruh bawah aja deh* 

IMG-20151220-WA0016

Berhubung daku mo jalan jalan ke TP yang tetanggaan sama Sheraton, jadi hadiah kutitipin sama adek kelas FKUB yang saat ini lagi pendidikan PPDS di FKUA, dan mau meluncur ke Malang. thx Bagus

Selamaaat, Sukses Radiologi FKUB

 

 

 

 

 

 

Surabaya ohh surabaya

Sebagai PPDS radiologi FKUB semester 6 yang udah beres urusan proposal thesis *ciyeeee.. maka daku berangkat ke Surabaya, RSUD dr. Soetomo dan stase di departemen radiologi  selama 3 bulan

20151215_064518

di depan Nederlandsche Indische Artsenschool, bangunan jaman belanda yang keren

Di RSUD dr. Soetomo, kita yang dari malang stase di mammografi, radiologi intervensi dan kedokteran nuklir yang terletak di Gedung Diagnostik Center (GDC) atau Pusat Diagnostik yang berada di daerah jalan Dharmawangsa :). Aku stase saat bulan November 2015 sampai Januari 2016. Nah di sini kita kumpul dengan ppds radiologi malang yang sebelum sebelumnya udah stase duluan, yaitu Nana, Bertiana, Komang dan daku. Kami semua kost di jalan Dharmahusada.

Jarak kost ke GDC, pada awalnya si lumayan jauh, apalagi kalo pake sepatu high heels or  wedges hehehe… jadi stase sini, bawa sepatu flat yaa . Trus trus ditambah suhu Surabaya yang beuuuhhh panas gilaaa, air mandi cuma numpang lewat aja, jalan lewat selokan yang aliran tidak lancar dengan bau “khas” dan beratus keluhan lain…  Tapi lama kelamaan, ditunjang air hujan turun deras dan kencang di bulan deeseember…*yunisara mode on*, jadi cukup membawa suasana malang di surabaya ini ^__^.

20151216_170042

Gerbang Medical Center kampus A FKUA, tiap hari lewat sini untuk menuju RSU dr.Soetomo. HARUS LANGSING

20151216_165856

Area parkir FK UNAIR kampus A

 

20151215_064824

Melewati jembatan penyeberangan untuk menuju RS dr. Sutomo, karena di jam jam tertentu kendaraan rameeee….

 

Stase pertama adalah mammografi. Tiap hari sekitar 15-20 an pasien mammografi. Mammografi adalah salah satu modalitas imaging berprinsip sinar X, disertai teknik kompresi dengan tekanan tertentu pada organ payudara.

Bersama yang mbaurekso di mammografi "mbak Yuli"

Bersama yang mbaurekso di mammografi “mbak Yuli”

diambil dari www.oncolex.org

Contoh alat mammografi

Stase berikutnya adalah Radiologi Intervensi. Stase yang mengencangkan otot gastrocnemius, karena mesti mempersiapkan pasien dan administrasinya guna dilakukan tindakan intervensi. Tindakan tersebut dilakukan di cath lab milik departmen kardiologi. Kasus tersering di sini antara lain DSA dan embolisasi, PTBD (percutaneus Transhepatic Biliary Drainage), TACE (TransArterial Chemoembolisasi), Arteriografi

20151204_085231

TACE pada kasus hepatoma lobus kanan liver

Stase di kota orang, tak lupa mencicipi kuliner di sini… tapi karena pulang sore, berangkat pagi…. dan tak tau arah, jadi ga banyak yang aku coba. Susaaahh buat ngajak ketemuan temen2 disini, pada sibuk euyy.. hehehhe..

gapapa, niat kesini kan buat belajar *doeenngg (boong bgt). Taraaaa…. ini beberapa kuliner yang ingat untuk difoto.. hehehe… Ada lalapan dengan sambel trasi ulek yang maknyus di dharmahusada, ada lontong balap dan sate kerang lumayan di kalasan, rujak cingur di karangmenjangan dan mie ayam enak di dekat gerbang unair kampus A. Di samping itu aja juga makanan makanan di mall surabaya yang belum semua dijelajahin 🙂

kuliner khas di surabaya

20151218_161814

Kupang Lontong di Kalasan

Oya… untuk emak emak seperti saya yang jarang ngekost, tentu modal SKSD, senyum manis dan ga sungkanan sangat diperlukan. Iyes, tentu saja untuk tanya arah, tanya angkot, tanya arah pulang Malang daaan titip tiket kereta api yang sekarang jamannya go show-mesti ngantri 3 jam sebelum… Yuhuuu.. secara kita masih ngerjain pasien. Untuk jadwal kereta api Surabaya Malang, biasanya naik jam 17.50. Naik taksi menuju stasiun gubeng lama, dan ketemuan sama mahasiswi radiografer yang kutitipin “Fariska” namanya… tengkiu dek. Jika mau jalur bus, naik dari depan GDC angkot kuning berlabel P(5 ribu), turun di pojok jembatan Wonokromo, tunggu bus kota ke arah bungurasih (4-7 ribu). Trus naik bus patas arah malang (25 ribu)Untuk jadwal balik dari Malang ke Surabaya, biasanya kita berangkat senin Subuh, dengan kereta Penataran-Tumapel (10 ribu) dari stasiun kota baru pk. 04.30

Di depan GDC with Komang

Bulan ke 3, PPDS radiologi FKUB stase di kedokteran nuklir. Karena sedang tidak beroperasi karena radioaktif tidak tersedia, jadi di sini kita belajar kasus kasus lalu yang ada. Beruntung ada dokter spesialis kedokteran nuklir yang akan berdinas di RSUA, dan masih mengurus perijinan, jadi bisa tanya tanya lebih jauh. Beliau adalah dr. Stefanus, Sp.KN.. (soalnya tanya tanya yang lebih senior masih sungkan.. heheheh)

nuklir

Stase kedokteran Nuklir. Ki-Ka dr. Mayla, dr.Eka, dr. Mirana, dr. Stefanus, SpKN, dan saya dr.Siswi

Permintaan nuklir pada RSDS ini paling banyak kasus Ca thyroid (ablasi), skintigrafi tulang dan Renogram. Kedokteran nuklir adalah salah satu cabang ilmu kedokteran yang prinsipnya menggunakan radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh (injeksi atau inhalasi), kemudian dicitra oleh gamma kamera. Zat radioaktif tersebut dapat menilai fungsi organ, diagnosis penyakit maupun sebagai terapi.

20160126_130843-1

kesan dan pesan yang mesti dibuat saat akhir stase Kedokteran Nuklir. Mesti pasang foto keluarga ^__^ di print di kertas foto, ukuran A4

Begitu cerita 3 bulanku di ibukota Jawa Timur…. So far berjalan lancar dan cukup menyenangkan. Trimakasih terhadap konsulen ilmu dan kesempatannya, dan teman teman ppds, para chief terutama yang pernah satu stase denganku maupun yang say Haii aja.. c u dan SMGT, sukses buat kalian semua ^____^
Sempatkan dirimu jalan jalan di waktu sibukmu… 🙂 dan jangan lupa berolah raga 😛

20160107_192638

hahahahah….. refreshingnya selain makan, yaaa ngemall…. 🙂

Penyeimbang hasrat kuliner kita, exercise tiap sore. Semangattt.
Di surabaya  makan, olahraga, jalan jalan dan belajar teratur euy… Sampai jumpa di Malang yang hectic, tapi slalu kurindu 🙂

Pengabdian Masyarakat Prodi Radiologi FKUB

Assalamualaikum…

hari ini, tanggal 11 April 2015… Radiologi FKUB punya gawe… yaitu kita ngadain pengmas tentang Radiasi : Kawan atau Lawan? menuju tenaga kesehatan yang bijak radiasi.

Yuhuuuu…. pengmas ini ditujukan kepada mahasiswa FKUB semester 2,4,6 dan koass sehingga mereka yang nantinya ada di depan sebagai calon dokter, dapat bijak dan tahu apa efek radiasi, apa indikasi pemeriksaan radiologi sehingga mengurangi radiasi yang diterima, apa saja sumber sumber radiasi di bumi ini, bagaimana proteksi diri sebagai tenaga kesehatan yang terpapar radiasi….

Pengmasi ini diadakan di GPP lt 6 FKUB, jam 8-11… dengan dua pembicara handal, yaitu bapak Drs.Unggul, M.Sc dan dr. Indrastuti N, SP.Rad(K)..

Pengmas dibuka oleh dekan FKUB, dan dihadari para konsulen radiologi

Pengmas dibuka oleh dekan FKUB, dan dihadari para konsulen radiologi

Nah… masalahnya adalaaaahh…. saya ditugasi sebagai moderator acara ini. Karena acara ditujukan pada mahasiswa, jadi pengmas ini harus mengena, jangan sampai banyak yang ngantuk, akhirnya pesan yang disampaikan tidak tercerna… Nah Lho?! kenapa saya ?

“Yaa… karena Siswi itu anaknya ga serius” kata SPS…. kriukk… ehhmm ehhmm,… kok tau si dok :P. Secara selama saya studi di sini, memang radiologi itu adem ayem, low profile, klo ada acara yaaa ngalir aja dengan sukses… Jadi ide “gila”ku selama disini cukup teredam dengan adanya mbak mas yang nyungkani…. hehehe… termasuk ngomporin buat bikin seragam unyu unyu ini… tapi tapi tapi… oke kaannn 😛

Naahh, begitu daku jadi senior… HAHAHAHAHAH kena looo para junior guwe suruh eksis *ketawa setan*

Moderator dadakan

Moderator dadakan

sang Narasumber Pengmas.. Drs. Unggul, Msc dan dr. Indrastuti, Sp.Rad(K)

sang Narasumber Pengmas..
Drs. Unggul, Msc dan dr. Indrastuti, Sp.Rad(K)

Puncak kecentilan saya, ketika ide bikin lagu dan gerakan saat subuh di hari yang sama dengan Pengmas… dengan oret oret di kertas, share ke grup.. mau ga mau harus mau.. Ini dia lagunya.. SENAM Radiasi

Radiasi R-A-D-I-A-S-I

Dari bumi dari langit eh turun ke body

Radiasi R-A-D-I-A-S-I

Dari bumi dari langit eh turun ke body

Dia dekat kita siapkan proteksi diri

Dia jauh kita juga mesti sadari

Dia aktif bisa juga jadi terapi

Radiasi bikin keki juga hepi

Ohh la la la

Nah… itu lirik dinyanyikan pake lagunya Titik puspa yang “jatuh cinta..berjuta rasanya”… ^___^

Nyomot teman teman yang datang pagi.. latihan gerakan 15 menit sebelum acara dimulai… daaaannn…. Alhamdulillah cukup bikin semangat di sela sela pembicara 1 dan 2…

Ice breaker --> SENAM RADIASI.. kapan lagi ngerjain para guru guru buat nurut perintah saya... hiiii...makasih banyak dokter :*

Ice breaker –> SENAM RADIASI..
kapan lagi ngerjain para guru guru buat nurut perintah saya… hiiii…makasih banyak dokter :*

para peserta cukup antusias.. bahkan dr. Islana, Sp.Rad(K) juga unjuk suara mengiringi gerakan senam :)

para peserta cukup antusias.. bahkan dr. Islana, Sp.Rad(K) juga unjuk suara mengiringi gerakan senam 🙂

Selanjutnya ada diskusi, pembagian doorprize dan poto poto…..

PPDS radiologi yang minimalis, jumlah cuma 15 boo'..  ada yang lagi jaga : andica dan andri.. Tengkiu temans

PPDS radiologi yang minimalis, jumlah cuma 15 boo’..
ada yang lagi jaga : andica dan andri.. Tengkiu temans

di balik layar... Ada pembicara yang menyiapkan ppt nya Ada yang tanda tangan surat kontrak istri ke dua  ehhh :P Ada MC dan sie acara yang serius Dan ada sie konsumsi yang sedang memamah biak

di balik layar…
Ada pembicara yang menyiapkan ppt nya
Ada yang tanda tangan surat kontrak istri ke dua ehhh 😛
Ada MC dan sie acara yang serius
Dan ada sie konsumsi yang sedang memamah biak

We Love Radiologi FKUB

We Love Radiologi FKUB

Bukan radiologi kalo ndak poto.. poto…. Taraaaaaa

kumat 3 kumat 1 kumat 2

Stase MRI = Mesti ngRasa Ikhlas, uhhhuy

Yuhuuuuu….. Assalamualaikum

Bulan maret ini daku, PPDS radiologi semester V ditugaskan untuk stase MRI selama sebulan. Dimana alat MRI (magnetic Resonance Imaging) punya RSSA lagi rusak, tak bisa beroperasi dan menunggu alat baru yang lebih canggih pastinya… Jadi, yang stase MRI bebas stase dong, bisa nyicil tugas dong, bisa pulang cepet dong, bisa rutin makan siang dong ?!?!?! dang ding dong…. itu mah maunya PPDS.. Kenyataannya, stase MRI diperbantukan di USG yang memang PPDSnya cuma 2 orang dengan rata rata pasien per harinya 50-60an….

Okeee… padahal bulan februari selama sebulan, daku sudah stase USG… hihihih. Lucunya, dalam status “pembantu” ini, daku masih penjadi pilihan untuk mengerjakan kasus kasus yang WOW, misalnya bayi krucil krucil yang super imut, klo kena gel USG menggeliat geliat, nangis, gerak gerak, takut- jadi teknik USGnya mesti penuh rayu, sigap memencet tombol freeze- kalo ga gitu kehilangan gambar yang diinginkan, merayu ibunya untuk ikut tenang, mengudang si krucil untuk kooperatif…dsb. Belum lagi menu menu muskuloskeletel, frozen shoulder, CTS, trigger finger yang cukup membuat tangan kita linu linu juga dalam meng-USG, menu doppler vaskuler yang mesti telaten dan lain lain… yaa salah satunya gara gara Bu Lita, perawat yang mbaurekso di ruang USG- dimana tugasnya mengatur alur pasien disesuaikan dengan mesin USG mana, kamar berapa, daaan beliau juga yang selalu mengingat namaku– menu canggih clingg langsung ingat dr.Siswi… haisshhh, saya “pembantu” buuu….jangan menu yang berat berat hahahaha… karena sebulan kmrn udah di USG kali yeee… Alhamdulillah.. yaa Mesti ngRasa Ikhlas, ilmuu dan pengalaman itu mahaal kawan ^^

Karena tertulisnya di jadwal, adalah stase MRI – dimana berasa “ga stase-alat rusak”,  jadi diajak untuk CPC, seminggu bisa 3 kali. Dimana CPC itu diskusi dengan bagian lain, bisa dengan ilmu kesehatan Anak, Bedah, Orthoped, urologi, neurologi dan lain lain, membicarakan kasus pasien yang memang cukup complicated baik segi diagnosis, terapi, rencana terapi dll. Nah di acara CPC itulah, PPDS pasang muka untuk presentasi bagaimana imaging yang telah dilakukan pada pasien, mempertanggungjawabkan ekspertise kita di depan para sejawat lain, menjawab pertanyaan klinisi bak ujian oral, berdiri di dekat lampu light case, menggerak gerakkan cursor laptop-menunjuk lesi yang terkadang kita bingung- karena dari awal kita tidak mengikuti pasiennya, baru tahu saat itu juga klinis dan hasil laboratoris si pasien, sehingga hasil jawaban imaging yang memiliki DD banyak, bisa dikerucutkan saat itu juga, tanpa persiapan jawaban sejak awal…  Yaa disitu kadang saya merasa dag dig dug… Secara kadang baru lihat foto foto radiologinya ndadak, jawaban yang dulu ilang, parno duluan sama senior senior lain.. heheh.. tapi seru dapat banyak ilmu dan pengalaman, daan Mesti ngRasa Ikhlas… Alhamdulillah.. CPC ohh CPC

Terus terus..setiap minggu pada bagian radiologi selalu diadakan diskusi kasus menarik “weekly report”. Yaa dimana mana naluri PPDS itu pengennya ga banyak tugas, ga presentasi, santai, tapi berilmu, maunya instan ilmu dari Pof Chang (baca :changkem) yaitu ilmu rungon rungon. iya Ga ?! naahh, lha wong alatnya rusak, yaa ga ada kasus dong..tinggal menyimak stase lain yang presentasi. uhuuuyy. EIT tidaaak, Allah Maha Penyayang memang, Daku yang males belajar, maunya instan2 kaya di atas itu, dapat tugas kasus kasus MRI dari RS swasta yang mesti di presentasikan saat weekly… Dan kali ini, justru 4 stase yang jelas jelas ada Kasus untuk dipresentasikan–> dipending untuk presentasi, demi mendengar presentasi HANYA kasus MRI, jadi daku sajo yang presentasi bak dosen memberikan kuliah, bisa menunjuk2 dan menjawab pertanyaan audience, guna me re call ingatan kita semua, karena tidak terpaparnya kasus2 MRI gegara mesin rusak. aw aw aw.. Alhamdulillah…  ya memang Mesti ngRasa Ikhlas…

Terimakasih para teman teman, Senior dan Mba Indri yang ngatur jadwal…

Stase kali ini memang Stase MRI=Mesti ngRasa Ikhlas… I Love Radiologi ❤

Stase MRI saat rasa ikhlas itu tidak harus dimiliki :D

Stase MRI saat rasa ikhlas itu tidak harus dimiliki 😀

penuh ceria di MRI - sebelum alat rusak-

*bukan curcol, murni ingin menulis di blog daripada menulis referat…. huaaaaaaaa*

Salam, -kamar jaga PPDS radiologi-

ES KRIM COKLAT CHOCO BABA

Karena si bocah gemaaar bgt makan es cream, tiap hari jatah es krim beeuuh  dompet bunda yang lagi sekolah bisa jebol. Iya kalo seharga padle pop, kadang minta magnum, cornetto.. beeuuh tiap hari yaa lumayan…

Akhirnya memberanikan diri bikin es krim beneran, setelah percobaan bikin es krim berbahan dasar pisang, yang katanya lembut, cukup berhasil siii.. tapiii ternyata masih kerasa banget rasa pisangnya..hiihih   *yaeyaalaahh*.

Jadi aku namain es krim coklat coco baba, karena bikinnya choco baba alias coba coba 😀

Di kota malang yang cukup panas akhir2 ini, jadi sering bikin minuman dingin. Meski yang gampang2 gitu. Misal es nutrisari dibekukan, tapi pertanyaannya kenapa masi kerasa “es batu “ kurang empuk gigitannya.. jadi masih pe-er buat bikin es lilin..

Okeee… ini dia resepnyaa… TARAAAAAAA ES KRIM COKLAT (rasa mirip padle pop coklat, tapi lebih lembut)

BAHAN 1 :

250 cc susu full cream UHT (sepertinya pake susu bubuk putih yang diencerkan bisa juga)

1 telur utuh kocok lepas

2 sdm maizena

BAHAN 2

1 plastik 250 cc susu kental manis coklat+ 1 sachet kecil SKM putih  (yang ada di rumah itu, dipake aja)

1 sdm SP

1 kaleng air matang bekas SKM

¼ sdt garam

CARA MEMBUAT :

  1. Campurkan bahan 1, masak dalam api kecil sambil diaduk terus smpai mengental dan meletup letup. Konsistensi mirip bubur gitulah. Angkat dinginkan
  2. Sambil menunggu dingin, siapkan bahan 2, campurkan pada wadah, kemudian campurkan juga bahan 1 tadi. Kocok menggunakan mixer kecepatan tinggi. Setelah kenatl berjejak, matikan mixer
  3. Simpan ke dalam freezer selama kurang lebih 2 jam, yaaa ditinggal bobo siang, trus mixer lagi kurang lebih 10 menit atau mengembang dua kali lipatnya.
  4. Setelah itu bisa dikasih potongan biskuit, choco chips, coklat leleh, oreo, potongan buah
  5. Masukkan Freezer lagi.

Kalo menurutku si… es krim ini uenaak, lembut, yaaa udah bisa dibilang sukses. Cuma rasa coklatnya kurang, karena aku pake SKM coklat..

mtf_wCNXo_176

Sepertinya kalo ada kesempatan lagi, aku akan menggunakan resep berikut sebagai bahan 2 nya :

1 kaleng SKM putih

3  sdm Coklat bubuk (cocoa powder)

1 sdt SP

¼ garam

1 kaleng air matang bekas SKM

AtAU BIKIN YANG VANILA

1 kaleng SKM putih

1 sdt SP

¼ garam

1 kaleng air matang bekas SKM

1  sdt vanili atau essens suka suka kamu

Menu Khusus di USG… SISWIIIII manaaaa ?!?!?!

Jadi PPDS senior (karena karbitan), memang membutuhkan hati ikhlas dan tenaga ekstra.. yak ini yang kualami saat stase USG canggih…

begitu ada USG menu canggih : SISWIIIIIII mana SISWIIIII….. manajemen waktu sarapan, pumping, nyemil bagi busui sangat diperlukan saat ini. Lha gimana lagi, pasien “kasus sulit” datang tak diundang, kadang siaaang bgt waktu jam makan siang, kadang ditengah keramaian, secara waktu USGnya untuk kasus sulit perlu agak lama….

Jalani sajaaa…. alhamdulillah..

dopler

eiiit belum lagi tugas bikin panduan DOPPLER ULTRASOUND untuk di laminating di ruang USG… doppler kaki, doppler tangan, vena dan arteri… eiiitt tambah doppler ginjal yaaaa….

pasang senyum manis dah kalo gitu.. Insya Allah, saya kerjakan 🙂 *tau aja klo saya pemalas, kalo ga ada tugas, ga belajar hehehehhe

terima kasih… aku jalani dengan riang gembira ^____^ Bismillah…. cleguk cleguk

Oya USG atau ultrasonografi adalah pemeriksaan yang tidak memakai radiasi, tidak menyakitkan. Pasien hanya diberikan gel, jd agak becek2 gitu deh.

Bisa mendeteksi berbagai kelainan bahkan penyakit : apendiks (usus buntu), gangguan di hati, ginjal, pankreas, organ genetalia, saluran kencing, pembuluh darah, tumor di kulit, testis, hidrocele, payudara, kelenjar thyroid, celah sendi lutut, bahu, tumor.. banyaaaak bgt.

Jadi jika ada keluhan, jgn segan segan periksa ^^. sampai jumpa

Deteksi Dini Tumor Payudara

hai hai hai…. Radiologi FKUB-RSSA punya gawe lhooo….
buat wanita usia >40 tahun atau riwayat keluarga kanker payudara… yuuk daftar yuukk
GRATISS ini murni pengabdian masyarakat dalam rangka HUT RI ^___^

Acaranya minggu, 17 Agustus di Instalasi Radiologi RS Saiful Anwar Malang

Yang berminat daftar dulu yaaa…
dapat di dr. Vina 0822 3137 9756 atau di dr. Liana 0896 3652 1721

Trimaksih.. MERDEKA