Yeaahh.. i am new Radiologist

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

MY Lucky Day in December

Pada tanggal 19 dan 20 Desember 2015, diadakan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) Neuroradiologi di hotel  Sheraton Surabaya . Tema PKB kali ini adalah Imaging in brain and spine malignancy. Acara ini dibuka oleh ketua acara Dr.dr. Anggraini, SpRad(K), dihadiri oleh ketua PDSRI Cab VII Brigjen TNI dr. Terawan, Sp.Rad(K), diisi 2 lagu oleh paduan suara PPDS radiologi Unair.

Subtema pada PKB Neuroradiologi kali ini cukup menarik dan merupakan kasus kasus yang cukup sering ditemukan baik pada usia anak dan dewasa, bagaimana cara mendeskripsikan lesi, modalitas imaging selanjutnya yang diperlukan dan lain lain. Berikut adalah judul judul yang dibahas : Strategy in diagnostic imaging for tumor and tumor like lesions, WHO grading for brain tumor, imaging in pediatric brain malignancy, MRI in spinal cord lesions, The role of imaging in extraaxial brain esions, the role of imaging in estradural spine lesions, the role of imaging in intradural extramedular spine lesion, Adult and pediatric brain tumor and lesion mimicking tumor

Dr.dr.Yuyun Yueniwati, Sp.Rad(K), merupakan salah satu pembicara dari Malang (staf FKUB) yang menjelaskan tentang WHO Grading and Diagnostic Imaging For Brain Tumors. Beliau mempresentasikan kasus kasus terbanyak dari brain tumor baik tumor primer maupun sekunder serta membicarakan detil grading WHO berdasar imaging. Peserta dari malang antara lain PPDS Radiologi terdiri dari Charles, Siswi, Nana, Bertiana, Komang dan Albert, ada juga dr. Tyas, Sp.Rad dan dr. Dhanti, SpRad.

IMG-20151219-WA0002

Bersama Pembicara Neuroradiolog keren dan Brigjen dr. Terawan, SpRad(K) yang lagi ngehits itu 🙂

Pada acara PKB ini juga diadakan lomba E-poster. Berbagai peserta dari senter senter radiologi se Indonesia mengirimkan e-poster dengan kasus kasus yang menarik. Penilaian E-poster kali ini oleh tim juri yang bukan Radiolog, diketuai oleh Dr.dr. Agung, MSi dari Mikrobiologi, dimana beliau memiliki pengalaman banyak di bidang scientific research and poster di kelas dunia. Jadi menurut saya cukup obyektif  :P.

Hari kedua symposium dan workshop, diumumkan siapa siapa yang menjadi pemenang. Dijelaskan oleh tim juri bahwa poster yang baik adalah yang menarik, sesuai dengan tema scientific meeting saat itu, Judul menarik, dipahami oleh pembaca, ukuran tulisan jelas, penelitian berkelanjutan tentang salah satu penyakit dari tahun ke tahun yang diikuti, terdiri dari beberapa instansi/afiliasi yang terlibat dalam penelitian/kasus tersebut.

Salah satu e-poster kiriman PPDS Radiologi FKUB Malang berhasil menjadi 6 besar, di juara Harapan 1. yuhuuuuu itu poster kiriman ku. Judulnya  Radiologic Challenges to Assess Giant Cerebral Arteriovenous Malformation : case report.

piss

Kebetulan juga ketua dewan juri sepertinya juga seneng poto poto… Jadi beliau mengusulkan, ayooo yang menang Peace…… hihihihi… yeayyyy

Keberuntungan tidak hanya berhenti di pengumuman lomba e-poster. Selanjutnya diundi 2 doorprize utama, dan yang mendapat adalah dari Malang semua, dr. Dhanti, Sp.Rad dan dr. Siswidiyati.. iyaaaa namakuuu disebuuut… sebagai pemenang doorprize utama. BEEUUHH seumur umur indomi atau sabun attack sachet aja ga pernah nyantol kalo agustusan.. Sekarang dapat TV… ALHAMDULILLAH

TV

Dapat doorprize TV… alamaaaak Prof. Dr. Beni, Sp.Rad(K)-ayahanda dr.Thomas, SpOT-aduuh adhuuh, kebesaran hadiahnya… gimana bawanya…. *taruh bawah aja deh* 

IMG-20151220-WA0016

Berhubung daku mo jalan jalan ke TP yang tetanggaan sama Sheraton, jadi hadiah kutitipin sama adek kelas FKUB yang saat ini lagi pendidikan PPDS di FKUA, dan mau meluncur ke Malang. thx Bagus

Selamaaat, Sukses Radiologi FKUB

 

 

 

 

 

 

Surabaya ohh surabaya

Sebagai PPDS radiologi FKUB semester 6 yang udah beres urusan proposal thesis *ciyeeee.. maka daku berangkat ke Surabaya, RSUD dr. Soetomo dan stase di departemen radiologi  selama 3 bulan

20151215_064518

di depan Nederlandsche Indische Artsenschool, bangunan jaman belanda yang keren

Di RSUD dr. Soetomo, kita yang dari malang stase di mammografi, radiologi intervensi dan kedokteran nuklir yang terletak di Gedung Diagnostik Center (GDC) atau Pusat Diagnostik yang berada di daerah jalan Dharmawangsa :). Aku stase saat bulan November 2015 sampai Januari 2016. Nah di sini kita kumpul dengan ppds radiologi malang yang sebelum sebelumnya udah stase duluan, yaitu Nana, Bertiana, Komang dan daku. Kami semua kost di jalan Dharmahusada.

Jarak kost ke GDC, pada awalnya si lumayan jauh, apalagi kalo pake sepatu high heels or  wedges hehehe… jadi stase sini, bawa sepatu flat yaa . Trus trus ditambah suhu Surabaya yang beuuuhhh panas gilaaa, air mandi cuma numpang lewat aja, jalan lewat selokan yang aliran tidak lancar dengan bau “khas” dan beratus keluhan lain…  Tapi lama kelamaan, ditunjang air hujan turun deras dan kencang di bulan deeseember…*yunisara mode on*, jadi cukup membawa suasana malang di surabaya ini ^__^.

20151216_170042

Gerbang Medical Center kampus A FKUA, tiap hari lewat sini untuk menuju RSU dr.Soetomo. HARUS LANGSING

20151216_165856

Area parkir FK UNAIR kampus A

 

20151215_064824

Melewati jembatan penyeberangan untuk menuju RS dr. Sutomo, karena di jam jam tertentu kendaraan rameeee….

 

Stase pertama adalah mammografi. Tiap hari sekitar 15-20 an pasien mammografi. Mammografi adalah salah satu modalitas imaging berprinsip sinar X, disertai teknik kompresi dengan tekanan tertentu pada organ payudara.

Bersama yang mbaurekso di mammografi "mbak Yuli"

Bersama yang mbaurekso di mammografi “mbak Yuli”

diambil dari www.oncolex.org

Contoh alat mammografi

Stase berikutnya adalah Radiologi Intervensi. Stase yang mengencangkan otot gastrocnemius, karena mesti mempersiapkan pasien dan administrasinya guna dilakukan tindakan intervensi. Tindakan tersebut dilakukan di cath lab milik departmen kardiologi. Kasus tersering di sini antara lain DSA dan embolisasi, PTBD (percutaneus Transhepatic Biliary Drainage), TACE (TransArterial Chemoembolisasi), Arteriografi

20151204_085231

TACE pada kasus hepatoma lobus kanan liver

Stase di kota orang, tak lupa mencicipi kuliner di sini… tapi karena pulang sore, berangkat pagi…. dan tak tau arah, jadi ga banyak yang aku coba. Susaaahh buat ngajak ketemuan temen2 disini, pada sibuk euyy.. hehehhe..

gapapa, niat kesini kan buat belajar *doeenngg (boong bgt). Taraaaa…. ini beberapa kuliner yang ingat untuk difoto.. hehehe… Ada lalapan dengan sambel trasi ulek yang maknyus di dharmahusada, ada lontong balap dan sate kerang lumayan di kalasan, rujak cingur di karangmenjangan dan mie ayam enak di dekat gerbang unair kampus A. Di samping itu aja juga makanan makanan di mall surabaya yang belum semua dijelajahin 🙂

kuliner khas di surabaya

20151218_161814

Kupang Lontong di Kalasan

Oya… untuk emak emak seperti saya yang jarang ngekost, tentu modal SKSD, senyum manis dan ga sungkanan sangat diperlukan. Iyes, tentu saja untuk tanya arah, tanya angkot, tanya arah pulang Malang daaan titip tiket kereta api yang sekarang jamannya go show-mesti ngantri 3 jam sebelum… Yuhuuu.. secara kita masih ngerjain pasien. Untuk jadwal kereta api Surabaya Malang, biasanya naik jam 17.50. Naik taksi menuju stasiun gubeng lama, dan ketemuan sama mahasiswi radiografer yang kutitipin “Fariska” namanya… tengkiu dek. Jika mau jalur bus, naik dari depan GDC angkot kuning berlabel P(5 ribu), turun di pojok jembatan Wonokromo, tunggu bus kota ke arah bungurasih (4-7 ribu). Trus naik bus patas arah malang (25 ribu)Untuk jadwal balik dari Malang ke Surabaya, biasanya kita berangkat senin Subuh, dengan kereta Penataran-Tumapel (10 ribu) dari stasiun kota baru pk. 04.30

Di depan GDC with Komang

Bulan ke 3, PPDS radiologi FKUB stase di kedokteran nuklir. Karena sedang tidak beroperasi karena radioaktif tidak tersedia, jadi di sini kita belajar kasus kasus lalu yang ada. Beruntung ada dokter spesialis kedokteran nuklir yang akan berdinas di RSUA, dan masih mengurus perijinan, jadi bisa tanya tanya lebih jauh. Beliau adalah dr. Stefanus, Sp.KN.. (soalnya tanya tanya yang lebih senior masih sungkan.. heheheh)

nuklir

Stase kedokteran Nuklir. Ki-Ka dr. Mayla, dr.Eka, dr. Mirana, dr. Stefanus, SpKN, dan saya dr.Siswi

Permintaan nuklir pada RSDS ini paling banyak kasus Ca thyroid (ablasi), skintigrafi tulang dan Renogram. Kedokteran nuklir adalah salah satu cabang ilmu kedokteran yang prinsipnya menggunakan radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh (injeksi atau inhalasi), kemudian dicitra oleh gamma kamera. Zat radioaktif tersebut dapat menilai fungsi organ, diagnosis penyakit maupun sebagai terapi.

20160126_130843-1

kesan dan pesan yang mesti dibuat saat akhir stase Kedokteran Nuklir. Mesti pasang foto keluarga ^__^ di print di kertas foto, ukuran A4

Begitu cerita 3 bulanku di ibukota Jawa Timur…. So far berjalan lancar dan cukup menyenangkan. Trimakasih terhadap konsulen ilmu dan kesempatannya, dan teman teman ppds, para chief terutama yang pernah satu stase denganku maupun yang say Haii aja.. c u dan SMGT, sukses buat kalian semua ^____^
Sempatkan dirimu jalan jalan di waktu sibukmu… 🙂 dan jangan lupa berolah raga 😛

20160107_192638

hahahahah….. refreshingnya selain makan, yaaa ngemall…. 🙂

Penyeimbang hasrat kuliner kita, exercise tiap sore. Semangattt.
Di surabaya  makan, olahraga, jalan jalan dan belajar teratur euy… Sampai jumpa di Malang yang hectic, tapi slalu kurindu 🙂

Stase MRI = Mesti ngRasa Ikhlas, uhhhuy

Yuhuuuuu….. Assalamualaikum

Bulan maret ini daku, PPDS radiologi semester V ditugaskan untuk stase MRI selama sebulan. Dimana alat MRI (magnetic Resonance Imaging) punya RSSA lagi rusak, tak bisa beroperasi dan menunggu alat baru yang lebih canggih pastinya… Jadi, yang stase MRI bebas stase dong, bisa nyicil tugas dong, bisa pulang cepet dong, bisa rutin makan siang dong ?!?!?! dang ding dong…. itu mah maunya PPDS.. Kenyataannya, stase MRI diperbantukan di USG yang memang PPDSnya cuma 2 orang dengan rata rata pasien per harinya 50-60an….

Okeee… padahal bulan februari selama sebulan, daku sudah stase USG… hihihih. Lucunya, dalam status “pembantu” ini, daku masih penjadi pilihan untuk mengerjakan kasus kasus yang WOW, misalnya bayi krucil krucil yang super imut, klo kena gel USG menggeliat geliat, nangis, gerak gerak, takut- jadi teknik USGnya mesti penuh rayu, sigap memencet tombol freeze- kalo ga gitu kehilangan gambar yang diinginkan, merayu ibunya untuk ikut tenang, mengudang si krucil untuk kooperatif…dsb. Belum lagi menu menu muskuloskeletel, frozen shoulder, CTS, trigger finger yang cukup membuat tangan kita linu linu juga dalam meng-USG, menu doppler vaskuler yang mesti telaten dan lain lain… yaa salah satunya gara gara Bu Lita, perawat yang mbaurekso di ruang USG- dimana tugasnya mengatur alur pasien disesuaikan dengan mesin USG mana, kamar berapa, daaan beliau juga yang selalu mengingat namaku– menu canggih clingg langsung ingat dr.Siswi… haisshhh, saya “pembantu” buuu….jangan menu yang berat berat hahahaha… karena sebulan kmrn udah di USG kali yeee… Alhamdulillah.. yaa Mesti ngRasa Ikhlas, ilmuu dan pengalaman itu mahaal kawan ^^

Karena tertulisnya di jadwal, adalah stase MRI – dimana berasa “ga stase-alat rusak”,  jadi diajak untuk CPC, seminggu bisa 3 kali. Dimana CPC itu diskusi dengan bagian lain, bisa dengan ilmu kesehatan Anak, Bedah, Orthoped, urologi, neurologi dan lain lain, membicarakan kasus pasien yang memang cukup complicated baik segi diagnosis, terapi, rencana terapi dll. Nah di acara CPC itulah, PPDS pasang muka untuk presentasi bagaimana imaging yang telah dilakukan pada pasien, mempertanggungjawabkan ekspertise kita di depan para sejawat lain, menjawab pertanyaan klinisi bak ujian oral, berdiri di dekat lampu light case, menggerak gerakkan cursor laptop-menunjuk lesi yang terkadang kita bingung- karena dari awal kita tidak mengikuti pasiennya, baru tahu saat itu juga klinis dan hasil laboratoris si pasien, sehingga hasil jawaban imaging yang memiliki DD banyak, bisa dikerucutkan saat itu juga, tanpa persiapan jawaban sejak awal…  Yaa disitu kadang saya merasa dag dig dug… Secara kadang baru lihat foto foto radiologinya ndadak, jawaban yang dulu ilang, parno duluan sama senior senior lain.. heheh.. tapi seru dapat banyak ilmu dan pengalaman, daan Mesti ngRasa Ikhlas… Alhamdulillah.. CPC ohh CPC

Terus terus..setiap minggu pada bagian radiologi selalu diadakan diskusi kasus menarik “weekly report”. Yaa dimana mana naluri PPDS itu pengennya ga banyak tugas, ga presentasi, santai, tapi berilmu, maunya instan ilmu dari Pof Chang (baca :changkem) yaitu ilmu rungon rungon. iya Ga ?! naahh, lha wong alatnya rusak, yaa ga ada kasus dong..tinggal menyimak stase lain yang presentasi. uhuuuyy. EIT tidaaak, Allah Maha Penyayang memang, Daku yang males belajar, maunya instan2 kaya di atas itu, dapat tugas kasus kasus MRI dari RS swasta yang mesti di presentasikan saat weekly… Dan kali ini, justru 4 stase yang jelas jelas ada Kasus untuk dipresentasikan–> dipending untuk presentasi, demi mendengar presentasi HANYA kasus MRI, jadi daku sajo yang presentasi bak dosen memberikan kuliah, bisa menunjuk2 dan menjawab pertanyaan audience, guna me re call ingatan kita semua, karena tidak terpaparnya kasus2 MRI gegara mesin rusak. aw aw aw.. Alhamdulillah…  ya memang Mesti ngRasa Ikhlas…

Terimakasih para teman teman, Senior dan Mba Indri yang ngatur jadwal…

Stase kali ini memang Stase MRI=Mesti ngRasa Ikhlas… I Love Radiologi ❤

Stase MRI saat rasa ikhlas itu tidak harus dimiliki :D

Stase MRI saat rasa ikhlas itu tidak harus dimiliki 😀

penuh ceria di MRI - sebelum alat rusak-

*bukan curcol, murni ingin menulis di blog daripada menulis referat…. huaaaaaaaa*

Salam, -kamar jaga PPDS radiologi-

Deteksi Dini Tumor Payudara

hai hai hai…. Radiologi FKUB-RSSA punya gawe lhooo….
buat wanita usia >40 tahun atau riwayat keluarga kanker payudara… yuuk daftar yuukk
GRATISS ini murni pengabdian masyarakat dalam rangka HUT RI ^___^

Acaranya minggu, 17 Agustus di Instalasi Radiologi RS Saiful Anwar Malang

Yang berminat daftar dulu yaaa…
dapat di dr. Vina 0822 3137 9756 atau di dr. Liana 0896 3652 1721

Trimaksih.. MERDEKA

Radiologi STASE WLINGI (RS SATELIT)

Yuhuu… kali ini daku ditugaskan stase luar untuk yang pertama kalinya.. di RSUD Ngudi waluyo Wlingi selama 2 minggu. Karena masih belum ada pengalaman dari kakak kakak kelas yang stase sini… jadi semi semi deg degan gitu… Image Daku berangkat bareng mobil FK. Setelah menghubungi koordinir driver mas Eko dan drivernya sendiri mas Ilham, akhirnya diputuskan berangkat hari minggu, 4 mei  sekitar pukul 10-11 an. Ke FK nya dianter bapak ibu mertua dan anak lanang tersayang, si Farren. Ternyata satu mobil itu isinya koass OBG yang akan stase tulung agung… hmmm koass jaman sekarang, stase seminggu, bawaanya per anak 2 koper.. di mobil pasang roll rambut, nenteng boneka..elleeuuh eleeuuh… hihihihihi.. biasa INDONESAAA… molooorrrr nungguin satu koass yang ga datang2.. grrrrrrr…. Akhirnya baru berangkat jam 12 kurang….. Perjalanan cukup lancar, sampai di asrama dokter di RSUD wlingi sekitar jam 13.30. Awal dateng ada mbak mbak, rambut panjang, lurus, dan sedikit tidak murah senyum… “Radiologi ya ?” kamar atas, paling pojok… hmmmm clingak clinguk sepi amat.. akhirnya bumil yang membawa genderang di depan, angkat koper sendiri melewati tangga yang berliku :P… Suasana lantai atas sepii… ada beberapa kamar, dengan sandal di depan pintu… walaahh dimanakah kamarku ini… tempatnya bagus, bersih, luaass, dengan perabot di ruang tengah atas yang cukup layak, TV, AC, meja-kursi.. Sampai di kamar yang menurutku paling pojok. Daku coba ketok ketok, tak ada jawaban. Lhaah kuncinya dimana? Akhirnya daku turun lagi, tanya mbak itu, dengan enthengnya “ di atas pintu”…  fiuhhh sabaaarr, naek tangga lagi, naek kursi, ambil kunci..  hosh hosh hosh…

Desain kamarnya oke, kamar mandi dalam… tapi tapi tapi… kok ga ada AC.. info yang kuterima ada ACnya… gpp wis, beres2 dulu, tapi puanassnyooo, secara metabolisme lagi meningkat… Setelah mengkontak beberapa teman, akhirnya daku dibantu untuk pindahan di kamar bawah, yang desainnya sama dengan kamar sebelumnya, tapi ber AC.. Alhamdulillah…

20140506_071649

Kamar mandi dalam, dan toilet duduk

20140506_071624

Tempat tidur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bicara soal kuliner…. Wah.. di sini karena PPDS radiologi sendirian, tak ada teman, bumil, tak bawa kendaraan, jadi nrimo aja. Makanan tersedia di meja makan dengan 3 rantang, berisi nasi, lauk, dan sayur. Lauknya selalu bumbu kuning atau bumbu merah. Misal ayam dibumbu merah, tahu bumbu kuning, lele bumbu kuning, tempe, daging atau telur bumbu merah+tahu…  Dari penampilan tidak cukup untuk menggugah selera, tapi yaaa apa daya bumil suka lapar, embaat aja. Oiya jangan lupa siap mie instan, kecap atau sambal biar agak berasa waktu maem >__< . Di ruang makan juga tersedia kulkas, dispenser, dapur (ada kompor, peralatan masak, minyak goreng, krupuk).  Soal galon minuman, kadang mbaknya kurang ngeh kalo habis.. udah berhari hari galon 2 kosong terus.., mana disini udara panas… pasti haus terus. Akhirnya pada suatu hari, daku angkat aja galonnya, taruh di meja makan. Tujuannya biar nyadar, tlg diganti dong… Alhamdulillah, siang udah diisi baru… *kriuk*

Contoh menu asrama

Contoh menu asrama

Rujak cingur depan RSU yang yaaa cukup lumayan

Rujak cingur depan RSU yang yaaa cukup lumayan

Lontong sayur rebung depan RSUD

Lontong sayur rebung depan RSUD

Warung yang pernah ku coba, hanya di seputaran depan RSUD.. ada lontong sayur, pecel, soto, bakso, rujak manis, rujak cingur, gado gado.. yang bisa diulangi paling paling rujak cingur…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ahaaa… ada permasalahan lagi, mesin cuci dan tempat njemur di Asrama PPDS ada di lantai 2.  Mesin cucinya merk sharp 1 tabung. Beeuhh bagi saya yang katrok ini bingung mau nggunainnya. Mana pengaturan waktu terendah 3 jam, biyuuuh lama banget. Memang si bisa ditinggal nyuci2 sendiri sampai ngeringin sendiri, tapi pakaian yang ku cuci jg ga banyak. Akhirnya yang daku biasa lakukan, nyuci di kamar mandi di peres sekalian, naik ke atas Cuma buat jemur doang.

Image

Mesin cuci satu tabung di lantai 2 -sharp fuzzylogicControl- *belum ada pengalaman pake :P*

Di asrama PPDS, sinyalnya naik turun, kalo mau telpon lancar, mesti keluar kamar. Tidak ada wifi, tivi dan AC di ruang tengah hanya pajangan…heheh Rusak kali ya… tapi bingung lapor siapa.. Tugas PPDS radiologi di wlingi diutamakan pada pembacaan CT scan. Jika sudah longgar, boleh ikut baca foto atau USG. Proses pengerjaan CT scan di sini, seringkali radiografer minta kita untuk mendampingi. Entah untuk skin test, pilih slice mana, ditambah window apa… karena alat CT scan 16 slice ini masih cukup baru, jd masih sama sama belajar..  Selama daku disini, sehari sekitar 5-7 CT scan dengan kasus terbanyak adalah CVA infark. Untuk stase berikutnya mungkin disiapkan prosedur CT thoraks, abdomen, dan belajar color doppler pada USG. Karena saat ini lagi proses pengadaan syringe untuk penyuntikan kontras dan peminjaman alat USG dari OBG. SEMANGAAAT ^^ Oya hasil filming CT scan disana sering kali tampak lesi hipodens entah di pons, mesensefalon.. ternyata semua gitu.. jadi hati2 menjawab infark di daerah sana. Jika CT head dengan kontras, kontrasnya terlihat prominent sekali, terkadang terlihat seperti penyangatan, semi “kotor-irreguler”, jadi hati hati juga 🙂 Setelah hasil di print, kita konsulkan senior lesi apa yang kita temukan, atau reng reng di lembar jawaban, konsul, beliau tanda tangan jika setuju. Ruang kerja kita satu ruangan dengan dr. Tyas. Dibalik jendela kaca, dimana jendela itu berfungsi untuk setor dan mengembalikan foto rontgen, sisi kiri ada viewer, satu buah, sisi kanan ada computer, yang bisa transfer image dari ruang CT scan dan yang penting ber AC… hehehehehe. Saya sampai di ruangan jam 8, nyalain AC, duduk, melihat foto2 yang belum di baca. Kadang jam segitu juga masih dibersihkan ruangannya..  jadi cukup santai.

Ruang dokter, dibalik jendela kaca :)

Ruang dokter, dibalik jendela kaca 🙂

 

 

 

 

 

 

 

Oiya yang bikin saya penasaran di sini adalah sebuah kalkulator bermerk citizen, entah kenapa saat saya menggunakan untuk pengukuran CTR : misal 19 : 29 atau apapun bilangannya selalu hasilnya = 1…. Errrr… tapi dr.Tyas kok bisa ya?!?!? Hahahaha coba deh.. (lama lama tahu kuncinya, mau tau banget ato mau tau aja..hihihihi, selamat menerka)

kalkulator ajaib

kalkulator ajaib

Di kanan belakang juga ada sebuah tape radio beserta vcd player… kadang dr.Tyas juga suka mendengarkan musik, yaaa jaman Fariz RM, tapi ada kalanya jaman kita lagu seventeen dsb… hehehe lumayan, ikut bersenandung :P. Sepertinya beliau aktifis dansa dan karaoke yang suka masuk di tv tv lokal malang itu…  b^^d

mau diiringi musik, tinggal colok dan pencet :D

mau diiringi musik, tinggal colok dan pencet 😀

Presentasi tugas ilmiah disini dilaksanakan pada minggu ke 2 stase. Harus ada kesepakatan 3 pihak : pembimbing wlingi, malang dan bagian diklit. Biasanya antara hari senin-kamis, pk. 11. Di bagian diklit ada bang toyib.. ehh pak toyib. Beliau yang memberikah arahan jadwal apa saja yang ada di RS, bentrok tidak dengan jadwal presentasi kita. Trus ada juga mbak destiani, yang biasa membikinkan undangan presentasi.  Saat maju tugas ilmiah, dihadiri beberapa pihak, baik dari pembimbing kita, diklit, perawat, kepala ruangan. Jadi yaa siap dengan pertanyaan yang berbagai macam dan penjelasan dengan bahasa yang mudah dimengerti J. Jangan lupa saat maju, kita minta fotocopy absen yang diserahkan ke mbak wuri, tanda tangan logbook dan foto2 :P. Soal konsumsi, tidak usah khawatir, pihak diklit yang menyiapkan. Kita siap tampang, body, laptop, bahan dan fotocopy ppt kita yang dibagikan ke audience (sekitar 15-20). Secara umum, cukup cukup menyenangkan stase di sini. Tugas tidak overload, bisa istirahat cukup, secara badan sudah berat mau kemana mana, suasana cukup kondusif *aslinya kita jarang berkomunikasi dengan PPDS lain si, di asrama ngadem masuk kamar, keluar kalo maem, ketemu PPDS lain yang sekedar say  hello, senyum manis, udah*. Bisa disambi ngerjain tugas *kalo mood*…. Hihihi yang terberat adalah kangen keluarga, anak…. Tapi 2 minggu tidak lama temaaaan…. SUKSES buat kita semua 20140517_123625

Jarak Kehamilan, ideal kah ?

Mengatur jarak kehamilan antara anak pertama dan anak kedua menurut keluarga kami penting. Selain karena faktor kesehatan bunda, organ organ reproduksi bunda yang sudah kembali seperti awal, sang kakak pun siap menerima kehadiran anggota baru. Jarak paling ideal bagi ibu untuk kembali melahirkan jika anak sudah berusia di atas 2 tahun dan di bawah 5 tahun, katanya :D. Angka-angka ini tak muncul begitu saja, namun berdasar pada kajian-kajian keilmuan yang menyangkut kesehatan (ibu dan anak), psikologi, serta sosio-ekonomi – tabloid nakita

Seperti yang saya alami sekarang, entah disebut ideal atau tidak. Tetapi hari hari yang dilewati selama kehamilan bersama mas Farren ngaliiiir aja. Ya eyaaalaahh, masa hari bisa di paused. Awal awal memang sikapnya cuek, kadang nonjok perut, sok ga merhatiin. Tetapi seiring pembesaran perut ini, beeeuuhh perhatiannya bikin bunda trenyuh. Saat hamil ini, usia Farren 4 tahun, nanti saat kelahiran calon dedeknya usianya 5 tahun..

Saya merasakan, selama 4 tahun ini, insya Allah si mas Farren sudah merasakan kasih sayang ortu dan keluarga sekitar, mendapat ASI 2 tahun, 2-4 tahun sudah sekolah PAUD dan TK (sedang dijalani), jadi kemampuan memahami, bersosial lebih syiiiiip deh. Tetapi usaha bundanya untuk memperkenalkan adeknya juga berpengaruh, pastinya…. 

Malam sebelum bobo, kami suka bercerita bareng, pegang perut adek, ngobrol, ngaji bareng. Kalo adeknya tendang or ninju “adek laper bunda, ayo bunda makan!” hihihihi. Trus kalo Farren punya makan enak enak, suka bagi bagi, bukan buat bunda ya.. tapi buat adek… beeuuhh serentak bundanya IYA-in aja *qiqiqiiq, ketawa setan*. Pulang kerja selalu disambut dan dicium perutnya dulu. Lihat iklan susu, telon, bubur atau diapers –> mana adek farren ga keluar keluar gitu, di perut terus :D, :*

Daaan yang paling membantu, kehamilan keduaku ini boyok atau low back painku sangat sangat mengganggu… setelah berbaring, mau bangun, mesti perlu usaha ekstra, perlu digetok getok dulu daerah lumboskaralku…. pfiiuhh… eeiiittt, mas farren tidak tinggal diam.. Dia selalu senang membantu menggetok getok punggunggku..” sini sini bunda, aku pijitin”…. sambil berlogat ala ipin upin “sedap tak, bunda?!”. awww awww awwww… wenaaaaakkkk. Sekali lihat tangan ini menggetok2 punggung, dengan sigap dia, “AKU AJA BUNDA”. Bunda tak tahu, itu saluran energimu yang lebih untuk mengaplikasikan hobi gelut gelutanmu atau bagaimana… yang pasti itu sangat membantu, Nak… i love you

Image

Sedap tak, bunda ?!

 

Anak dengan Jarak Usia Dekat

  •  Ibu akan merasa seperti memiliki anak kembar karena masa pertumbuhan mereka berada dalam masa yang relatif bersamaan.
  • Beberapa pasangan cenderung lebih memilih untuk bersusah payah mengurus anak dalam satu kurun waktu tertentu dan dapat menikmati hidup setelahnya dibandingkan jika harus mengulang kesulitan saat mengurus anak beberapa tahun kemudian.
  • Dapat mempermudah ketika ibu harus menitipkannya di tempat penitipan anak atau harus menyewa babysitter.
  • Bagi si anak sendiri, memiliki saudara dengan jarak usia hanya 1–2 tahun membuat mereka menjadi dekat dan mudah untuk saling menyayangi.
  • Rentang usia yang dekat, otomatis ibu memiliki waktu yang lebih sedikit mengumpulkan uang untuk biaya pendidikan anak-anak. Jika siap dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan dua kali lebih banyak, ibu dapat mempertimbangkan memiliki anak dengan jarak usia dekat.

Anak yang Usianya Terpaut Jauh

  • Memiliki anak dengan usia yang terpaut tiga tahun atau lebih merupakan sebuah keuntungan. Pasangan dapat menikmati waktu untuk bernapas setelah kesibukan mengurus anak bayi selesai.
  •  sang anak dapat mendapatkan perhatian lebih sebelum pada akhirnya orang tuanya sibuk mengurus adiknya yang baru lahir.
  • Dalam segi finansial, ibu dapat lebih tenang karena memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengumpulkan uang dalam rangka pemenuhan biaya pendidikan anak.
  • Keuntungan lainnya adalah jika melahirkan dengan rentan waktu yang lebih lama, ibu dapat lebih mudah mengencangkan kembali tubuh. Ibu bisa kembali memiliki tubuh yang indah seperti sebelum melahirkan.
  • Jika memang ingin jarak usia anak jauh adalah ibu harus siap untuk lagi-lagi terbangun setiap malam. Siapkan diri untuk mengulang lagi apa yang dihadapi ketika mengurus anak pertama. (www.radarlampung.com)

 

Life is a matter of choice… because every choice affects a future