MY Lucky Day in December

Pada tanggal 19 dan 20 Desember 2015, diadakan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) Neuroradiologi di hotel  Sheraton Surabaya . Tema PKB kali ini adalah Imaging in brain and spine malignancy. Acara ini dibuka oleh ketua acara Dr.dr. Anggraini, SpRad(K), dihadiri oleh ketua PDSRI Cab VII Brigjen TNI dr. Terawan, Sp.Rad(K), diisi 2 lagu oleh paduan suara PPDS radiologi Unair.

Subtema pada PKB Neuroradiologi kali ini cukup menarik dan merupakan kasus kasus yang cukup sering ditemukan baik pada usia anak dan dewasa, bagaimana cara mendeskripsikan lesi, modalitas imaging selanjutnya yang diperlukan dan lain lain. Berikut adalah judul judul yang dibahas : Strategy in diagnostic imaging for tumor and tumor like lesions, WHO grading for brain tumor, imaging in pediatric brain malignancy, MRI in spinal cord lesions, The role of imaging in extraaxial brain esions, the role of imaging in estradural spine lesions, the role of imaging in intradural extramedular spine lesion, Adult and pediatric brain tumor and lesion mimicking tumor

Dr.dr.Yuyun Yueniwati, Sp.Rad(K), merupakan salah satu pembicara dari Malang (staf FKUB) yang menjelaskan tentang WHO Grading and Diagnostic Imaging For Brain Tumors. Beliau mempresentasikan kasus kasus terbanyak dari brain tumor baik tumor primer maupun sekunder serta membicarakan detil grading WHO berdasar imaging. Peserta dari malang antara lain PPDS Radiologi terdiri dari Charles, Siswi, Nana, Bertiana, Komang dan Albert, ada juga dr. Tyas, Sp.Rad dan dr. Dhanti, SpRad.

IMG-20151219-WA0002

Bersama Pembicara Neuroradiolog keren dan Brigjen dr. Terawan, SpRad(K) yang lagi ngehits itu 🙂

Pada acara PKB ini juga diadakan lomba E-poster. Berbagai peserta dari senter senter radiologi se Indonesia mengirimkan e-poster dengan kasus kasus yang menarik. Penilaian E-poster kali ini oleh tim juri yang bukan Radiolog, diketuai oleh Dr.dr. Agung, MSi dari Mikrobiologi, dimana beliau memiliki pengalaman banyak di bidang scientific research and poster di kelas dunia. Jadi menurut saya cukup obyektif  :P.

Hari kedua symposium dan workshop, diumumkan siapa siapa yang menjadi pemenang. Dijelaskan oleh tim juri bahwa poster yang baik adalah yang menarik, sesuai dengan tema scientific meeting saat itu, Judul menarik, dipahami oleh pembaca, ukuran tulisan jelas, penelitian berkelanjutan tentang salah satu penyakit dari tahun ke tahun yang diikuti, terdiri dari beberapa instansi/afiliasi yang terlibat dalam penelitian/kasus tersebut.

Salah satu e-poster kiriman PPDS Radiologi FKUB Malang berhasil menjadi 6 besar, di juara Harapan 1. yuhuuuuu itu poster kiriman ku. Judulnya  Radiologic Challenges to Assess Giant Cerebral Arteriovenous Malformation : case report.

piss

Kebetulan juga ketua dewan juri sepertinya juga seneng poto poto… Jadi beliau mengusulkan, ayooo yang menang Peace…… hihihihi… yeayyyy

Keberuntungan tidak hanya berhenti di pengumuman lomba e-poster. Selanjutnya diundi 2 doorprize utama, dan yang mendapat adalah dari Malang semua, dr. Dhanti, Sp.Rad dan dr. Siswidiyati.. iyaaaa namakuuu disebuuut… sebagai pemenang doorprize utama. BEEUUHH seumur umur indomi atau sabun attack sachet aja ga pernah nyantol kalo agustusan.. Sekarang dapat TV… ALHAMDULILLAH

TV

Dapat doorprize TV… alamaaaak Prof. Dr. Beni, Sp.Rad(K)-ayahanda dr.Thomas, SpOT-aduuh adhuuh, kebesaran hadiahnya… gimana bawanya…. *taruh bawah aja deh* 

IMG-20151220-WA0016

Berhubung daku mo jalan jalan ke TP yang tetanggaan sama Sheraton, jadi hadiah kutitipin sama adek kelas FKUB yang saat ini lagi pendidikan PPDS di FKUA, dan mau meluncur ke Malang. thx Bagus

Selamaaat, Sukses Radiologi FKUB

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Surabaya ohh surabaya

Sebagai PPDS radiologi FKUB semester 6 yang udah beres urusan proposal thesis *ciyeeee.. maka daku berangkat ke Surabaya, RSUD dr. Soetomo dan stase di departemen radiologi  selama 3 bulan

20151215_064518

di depan Nederlandsche Indische Artsenschool, bangunan jaman belanda yang keren

Di RSUD dr. Soetomo, kita yang dari malang stase di mammografi, radiologi intervensi dan kedokteran nuklir yang terletak di Gedung Diagnostik Center (GDC) atau Pusat Diagnostik yang berada di daerah jalan Dharmawangsa :). Aku stase saat bulan November 2015 sampai Januari 2016. Nah di sini kita kumpul dengan ppds radiologi malang yang sebelum sebelumnya udah stase duluan, yaitu Nana, Bertiana, Komang dan daku. Kami semua kost di jalan Dharmahusada.

Jarak kost ke GDC, pada awalnya si lumayan jauh, apalagi kalo pake sepatu high heels or  wedges hehehe… jadi stase sini, bawa sepatu flat yaa . Trus trus ditambah suhu Surabaya yang beuuuhhh panas gilaaa, air mandi cuma numpang lewat aja, jalan lewat selokan yang aliran tidak lancar dengan bau “khas” dan beratus keluhan lain…  Tapi lama kelamaan, ditunjang air hujan turun deras dan kencang di bulan deeseember…*yunisara mode on*, jadi cukup membawa suasana malang di surabaya ini ^__^.

20151216_170042

Gerbang Medical Center kampus A FKUA, tiap hari lewat sini untuk menuju RSU dr.Soetomo. HARUS LANGSING

20151216_165856

Area parkir FK UNAIR kampus A

 

20151215_064824

Melewati jembatan penyeberangan untuk menuju RS dr. Sutomo, karena di jam jam tertentu kendaraan rameeee….

 

Stase pertama adalah mammografi. Tiap hari sekitar 15-20 an pasien mammografi. Mammografi adalah salah satu modalitas imaging berprinsip sinar X, disertai teknik kompresi dengan tekanan tertentu pada organ payudara.

Bersama yang mbaurekso di mammografi "mbak Yuli"

Bersama yang mbaurekso di mammografi “mbak Yuli”

diambil dari www.oncolex.org

Contoh alat mammografi

Stase berikutnya adalah Radiologi Intervensi. Stase yang mengencangkan otot gastrocnemius, karena mesti mempersiapkan pasien dan administrasinya guna dilakukan tindakan intervensi. Tindakan tersebut dilakukan di cath lab milik departmen kardiologi. Kasus tersering di sini antara lain DSA dan embolisasi, PTBD (percutaneus Transhepatic Biliary Drainage), TACE (TransArterial Chemoembolisasi), Arteriografi

20151204_085231

TACE pada kasus hepatoma lobus kanan liver

Stase di kota orang, tak lupa mencicipi kuliner di sini… tapi karena pulang sore, berangkat pagi…. dan tak tau arah, jadi ga banyak yang aku coba. Susaaahh buat ngajak ketemuan temen2 disini, pada sibuk euyy.. hehehhe..

gapapa, niat kesini kan buat belajar *doeenngg (boong bgt). Taraaaa…. ini beberapa kuliner yang ingat untuk difoto.. hehehe… Ada lalapan dengan sambel trasi ulek yang maknyus di dharmahusada, ada lontong balap dan sate kerang lumayan di kalasan, rujak cingur di karangmenjangan dan mie ayam enak di dekat gerbang unair kampus A. Di samping itu aja juga makanan makanan di mall surabaya yang belum semua dijelajahin 🙂

kuliner khas di surabaya

20151218_161814

Kupang Lontong di Kalasan

Oya… untuk emak emak seperti saya yang jarang ngekost, tentu modal SKSD, senyum manis dan ga sungkanan sangat diperlukan. Iyes, tentu saja untuk tanya arah, tanya angkot, tanya arah pulang Malang daaan titip tiket kereta api yang sekarang jamannya go show-mesti ngantri 3 jam sebelum… Yuhuuu.. secara kita masih ngerjain pasien. Untuk jadwal kereta api Surabaya Malang, biasanya naik jam 17.50. Naik taksi menuju stasiun gubeng lama, dan ketemuan sama mahasiswi radiografer yang kutitipin “Fariska” namanya… tengkiu dek. Jika mau jalur bus, naik dari depan GDC angkot kuning berlabel P(5 ribu), turun di pojok jembatan Wonokromo, tunggu bus kota ke arah bungurasih (4-7 ribu). Trus naik bus patas arah malang (25 ribu)Untuk jadwal balik dari Malang ke Surabaya, biasanya kita berangkat senin Subuh, dengan kereta Penataran-Tumapel (10 ribu) dari stasiun kota baru pk. 04.30

Di depan GDC with Komang

Bulan ke 3, PPDS radiologi FKUB stase di kedokteran nuklir. Karena sedang tidak beroperasi karena radioaktif tidak tersedia, jadi di sini kita belajar kasus kasus lalu yang ada. Beruntung ada dokter spesialis kedokteran nuklir yang akan berdinas di RSUA, dan masih mengurus perijinan, jadi bisa tanya tanya lebih jauh. Beliau adalah dr. Stefanus, Sp.KN.. (soalnya tanya tanya yang lebih senior masih sungkan.. heheheh)

nuklir

Stase kedokteran Nuklir. Ki-Ka dr. Mayla, dr.Eka, dr. Mirana, dr. Stefanus, SpKN, dan saya dr.Siswi

Permintaan nuklir pada RSDS ini paling banyak kasus Ca thyroid (ablasi), skintigrafi tulang dan Renogram. Kedokteran nuklir adalah salah satu cabang ilmu kedokteran yang prinsipnya menggunakan radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh (injeksi atau inhalasi), kemudian dicitra oleh gamma kamera. Zat radioaktif tersebut dapat menilai fungsi organ, diagnosis penyakit maupun sebagai terapi.

20160126_130843-1

kesan dan pesan yang mesti dibuat saat akhir stase Kedokteran Nuklir. Mesti pasang foto keluarga ^__^ di print di kertas foto, ukuran A4

Begitu cerita 3 bulanku di ibukota Jawa Timur…. So far berjalan lancar dan cukup menyenangkan. Trimakasih terhadap konsulen ilmu dan kesempatannya, dan teman teman ppds, para chief terutama yang pernah satu stase denganku maupun yang say Haii aja.. c u dan SMGT, sukses buat kalian semua ^____^
Sempatkan dirimu jalan jalan di waktu sibukmu… 🙂 dan jangan lupa berolah raga 😛

20160107_192638

hahahahah….. refreshingnya selain makan, yaaa ngemall…. 🙂

Penyeimbang hasrat kuliner kita, exercise tiap sore. Semangattt.
Di surabaya  makan, olahraga, jalan jalan dan belajar teratur euy… Sampai jumpa di Malang yang hectic, tapi slalu kurindu 🙂