Jarak Kehamilan, ideal kah ?

Mengatur jarak kehamilan antara anak pertama dan anak kedua menurut keluarga kami penting. Selain karena faktor kesehatan bunda, organ organ reproduksi bunda yang sudah kembali seperti awal, sang kakak pun siap menerima kehadiran anggota baru. Jarak paling ideal bagi ibu untuk kembali melahirkan jika anak sudah berusia di atas 2 tahun dan di bawah 5 tahun, katanya :D. Angka-angka ini tak muncul begitu saja, namun berdasar pada kajian-kajian keilmuan yang menyangkut kesehatan (ibu dan anak), psikologi, serta sosio-ekonomi – tabloid nakita

Seperti yang saya alami sekarang, entah disebut ideal atau tidak. Tetapi hari hari yang dilewati selama kehamilan bersama mas Farren ngaliiiir aja. Ya eyaaalaahh, masa hari bisa di paused. Awal awal memang sikapnya cuek, kadang nonjok perut, sok ga merhatiin. Tetapi seiring pembesaran perut ini, beeeuuhh perhatiannya bikin bunda trenyuh. Saat hamil ini, usia Farren 4 tahun, nanti saat kelahiran calon dedeknya usianya 5 tahun..

Saya merasakan, selama 4 tahun ini, insya Allah si mas Farren sudah merasakan kasih sayang ortu dan keluarga sekitar, mendapat ASI 2 tahun, 2-4 tahun sudah sekolah PAUD dan TK (sedang dijalani), jadi kemampuan memahami, bersosial lebih syiiiiip deh. Tetapi usaha bundanya untuk memperkenalkan adeknya juga berpengaruh, pastinya…. 

Malam sebelum bobo, kami suka bercerita bareng, pegang perut adek, ngobrol, ngaji bareng. Kalo adeknya tendang or ninju “adek laper bunda, ayo bunda makan!” hihihihi. Trus kalo Farren punya makan enak enak, suka bagi bagi, bukan buat bunda ya.. tapi buat adek… beeuuhh serentak bundanya IYA-in aja *qiqiqiiq, ketawa setan*. Pulang kerja selalu disambut dan dicium perutnya dulu. Lihat iklan susu, telon, bubur atau diapers –> mana adek farren ga keluar keluar gitu, di perut terus :D, :*

Daaan yang paling membantu, kehamilan keduaku ini boyok atau low back painku sangat sangat mengganggu… setelah berbaring, mau bangun, mesti perlu usaha ekstra, perlu digetok getok dulu daerah lumboskaralku…. pfiiuhh… eeiiittt, mas farren tidak tinggal diam.. Dia selalu senang membantu menggetok getok punggunggku..” sini sini bunda, aku pijitin”…. sambil berlogat ala ipin upin “sedap tak, bunda?!”. awww awww awwww… wenaaaaakkkk. Sekali lihat tangan ini menggetok2 punggung, dengan sigap dia, “AKU AJA BUNDA”. Bunda tak tahu, itu saluran energimu yang lebih untuk mengaplikasikan hobi gelut gelutanmu atau bagaimana… yang pasti itu sangat membantu, Nak… i love you

Image

Sedap tak, bunda ?!

 

Anak dengan Jarak Usia Dekat

  •  Ibu akan merasa seperti memiliki anak kembar karena masa pertumbuhan mereka berada dalam masa yang relatif bersamaan.
  • Beberapa pasangan cenderung lebih memilih untuk bersusah payah mengurus anak dalam satu kurun waktu tertentu dan dapat menikmati hidup setelahnya dibandingkan jika harus mengulang kesulitan saat mengurus anak beberapa tahun kemudian.
  • Dapat mempermudah ketika ibu harus menitipkannya di tempat penitipan anak atau harus menyewa babysitter.
  • Bagi si anak sendiri, memiliki saudara dengan jarak usia hanya 1–2 tahun membuat mereka menjadi dekat dan mudah untuk saling menyayangi.
  • Rentang usia yang dekat, otomatis ibu memiliki waktu yang lebih sedikit mengumpulkan uang untuk biaya pendidikan anak-anak. Jika siap dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan dua kali lebih banyak, ibu dapat mempertimbangkan memiliki anak dengan jarak usia dekat.

Anak yang Usianya Terpaut Jauh

  • Memiliki anak dengan usia yang terpaut tiga tahun atau lebih merupakan sebuah keuntungan. Pasangan dapat menikmati waktu untuk bernapas setelah kesibukan mengurus anak bayi selesai.
  •  sang anak dapat mendapatkan perhatian lebih sebelum pada akhirnya orang tuanya sibuk mengurus adiknya yang baru lahir.
  • Dalam segi finansial, ibu dapat lebih tenang karena memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengumpulkan uang dalam rangka pemenuhan biaya pendidikan anak.
  • Keuntungan lainnya adalah jika melahirkan dengan rentan waktu yang lebih lama, ibu dapat lebih mudah mengencangkan kembali tubuh. Ibu bisa kembali memiliki tubuh yang indah seperti sebelum melahirkan.
  • Jika memang ingin jarak usia anak jauh adalah ibu harus siap untuk lagi-lagi terbangun setiap malam. Siapkan diri untuk mengulang lagi apa yang dihadapi ketika mengurus anak pertama. (www.radarlampung.com)

 

Life is a matter of choice… because every choice affects a future

 

Advertisements

The Sister

The Sister

Tidak sedikit yang bilang kami mirip, kembar bahkan…
Nama pun hampir sama, Siswinarti dan Siswidiyati- sama sama dipanggil SISWI
Profesi sama sama dokter, yang satunya sudah spesialis, yang satunya lagi menempuh pendidikan spesialis
daaan banyaaak kemiripan kemiripan lain, bahkan setelah menikah, anak kita kadang masih tertipu manggil saat kami masih serumah 🙂

daaaaaaaaaaaan… sekarang………..
saat duo siswi ini berada di berbeda pulau..
kita pun masih tetep aja memiliki kesamaan
Yuhuuuuu kita sama sama hamiiill… dengan usia kehamilan yang hanya berjarak 2 minggu :). Suami kita juga sama sama jauh 😀

Tapi… di kehamilan ini banyak perbedaan perbedaan yang terjadi
Siswi 1 –> hamil anak ke 3, Siswi 2 –> hamil anak ke 2
Siswi 1 –> kulit mulus Siswi 2 –> acne “full”garis
Siswi 1 –> pipi tetep tirus Siswi 2 –> pipi menchubby
Siswi 1 –> sepertinya cewek Siswi 2 –> sepertinya cowok

hahahaha…. dibalik persamaan dan perbedaan kita mbak… I LOVE YOU, mmuaahh… moga lancar dan sehat semua ^____^

the Sister-duo Siswi

the Sister-duo Siswi