Stase USG (Ultra Sini Gosip)

Sebagai PPDS Prodi Radiologi, satu bulan ini aku menjalani stase USG..  di Radiologi ini amat sangat berhubungan dengan imaging (foto), tapi di stase USG ini kita dapat bertemu dan berbincang langsung dengan pasien. Nahh karena saya juga seneng berinteraksi dan berkomunikasi (baca=cerewet), maka di stase ini saya bisa mengeksplore hobi saya.. (kali ini saya stase dg dr. EV- asal blitar)

Seneng aja, sambil meriksa abdomen, mencari cari temuan temuan, memencet mencet gel yang kadang berbunyii preeet kaya kentut, berdua dengan pasien di bilik bilik, memantengi monitor dengan gambar hitam putih daannn yang paling asyik, saya bisa mengetahui cerita cerita, latar belakang pasien dan gosip dengan gelombang ultra alias hanya kita aja yang tahu..*yaa terkadang bilik sebelah ikut dengerlah* hehehe

Image

Tiap hari dapet cerita berbeda beda tentang pasien.. Mulai tanya seputar penyakit, apa yang di rasakan, rumahnya mana, putra berapa, kerja dimana, kesini sama siapa.. Pertanyaan simpel, tapi seru aja. Awal kita melihat keadaan umum pasien lemah, atau seperti dengan kesadaran tidak penuh, atau dengan muka menyeramkan, kadang kita sempet mengurungkan untuk tanya tanya. Tapi beberapa kali saya salah menilai, justru mereka asyik menceritakan keadaanya atau keluarganya.

Ada seorang guru yang karena sakitnya, dia tidak bisa bekerja,dia rindu mengajar anak anak SD kelas 1, ada juga seorang yang tidak punya  uang sehingga jalan dari singosari-RSSA untuk periksa USG, ada juga mahasiswa yang insyaf dari minum alkohol,  ada juga karyawan pajak yang batu ginjalnya tumbuh lagi dan lagi, ada seorang petani sayur yang berjanji mengirimkan hasil panennya kepadaku, ada ibu yang cerita anak anaknya sukses semua, ada yang curhat tentang pelayanan kesehatan di kotanya, ada yang beribu ribu terima kasih dan bersyukur karena hasil kontrolnya baik baik saja, ada yang minta tolong sambil menangis saat anaknya lemas diatas bed dengan perut semakin membesar,  bahkan ada juga kakek yang mencarikan cucunya calon istri dan otomatis dokter yang meriksa yang di tawarin *saya sudah beranak 1 pak* hihihihihi…..

Seperti membaca novel tiap hari… saya belajar memaknai hidup dan kesabaran dari beliau beliau. Bagaimana tetap tegar meski sel kanker sudah menyebar kemana mana, meski antri dari pagi dan puasa, meski sudah menahan kencing dan tidak boleh kencing, jika kencing meski antri lagi karena kami kesulitan menilai struktur sekitar jika kandung kencing tidak penuh… meski jauh dari luar kota, di kotanya ada USG tapi tetap datang ke malang karena merasa lebih lengkap.. (selama ini si banyak pasien yang setanah air dengan si dr. EV–> blitar. heheheh).

Mungkin di saat aku tidak bisa mendengar cerita orang2 terdekat yang sedang jauh, Allah mengirimkan cerita2 lain dr orang2 jauh yg berada disekitarku #eeeeaaaa curcol

Yap stase USG semoga kulalui dengan lancar… sambil membuka gorden hijau kamar 1 atau 4, yUUUkk ahh Sini Gosip (USG)  dengan sayah 😀

Uhhh Sini Gosiip

Uhhh Sini Gosiip

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nah meski stase USG, setelah pasien habis, kita bersama samamenghabiskan membaca dan menulis expertise plain foto yang ratusan….

SEMANGAAT FOTOOOO :P… bolpeeen, tipe ex, krek krek, busuuur, penggariis, abang abang…. :))))

EV, SW, BR, NA

EV, SW, BR, NA

 

 

 

 

 

(terimakasih kepada pengambil foto EV dan CH telah mensupport kenarsisanku buat ng-blog..qiqiqiqiqiqi

Advertisements

Bukan Bundaku….

Saat itu, murid murid KB-TK Nada diajak menyambut kedatangan istri walikota malang dan juga calon walikota Malang periode berikutnya “ibu Heri Pudji Utami”, yang panggilan akrabnya “bunda Heri”
Krucil2 pun menyambut dipinggir jalan dengan melambaikan bendera merah putih dengan semangat, bukan karena siapa yang mau datang (karena mereka kebanyakan belum tahu),  tapi karena mereka tidak ada pelajaran, maen maen di jalan serta dapat goodie bag berisi snack dari panitia menanti. heheheh 😛

anak anak menyambut bunda Heri (jilbab biru-kiri)

anak anak menyambut bunda Heri (jilbab biru-kiri)

Setelah bunda hery datang, panitia pun sibuk menyiapkan tempat, mengantar dan tak lupa menggiring krucil krucil untuk berjabat tangan.

Ayo anak anak, salim dulu ke Bunda” . yaa namanya balita, ada yang nurut, ada yang berebut salim, ada juga yang kabur ..

lalu ada juga neh yang ketika digiring salim ke bunda heri spontan nyeletuk dengan lantangnya “INI BUKAN BUNDAKUU, BUNDAKU DISANAAA”… UPS spontan para tamu, kader, pentholan RT RW, dan bunda aslinya  hening dan menahan tawa….. 😀
yaaa..,, siapa lagi kalo bukan farren yang hebat ><..

hahaha… Farren belum tahu, kalo itu Bunda Heri, Bundanya arek malang 😛 qiqiqiq

yaaa.. bukan bundakuuu

yaaa.. bukan bundakuuu

Learn and understand

you will learn by reading, But you will understand with love

Para pendidik… sebarkan ilmu dengan hati yang damai, kata yang lembut tapi penuh makna, wajah yang tegas tapi menenangkan dan sikap serius tapi menyenangkan..

Kita bisa karena pengalaman, kita bisa karena lebih dahulu belajar. Jadi boleh para anak didik kita segan agar mereka mengerti sopan santun, tata krama. Tapi jangan buat mereka takut untuk berpendapat, dengan kepala tertunduk, tangan bersatu di bawah pusar, dan hanya kata “inggih dan maaf” yang keluar…

SEMANGAAT BELAJAAR dan MENGAJAR ^^