think positive just as well as you can think negative

Tergerak buat tulisan ini, karena kadang hati ini cemut cemut lihat para emak emak dan bapak bapak ikutan galau kaya para ABG :D. Selama ini si, kami, saya, lebih memilih nyetatus positif, akhirnya risih kalau nyetatus negatif, nyetatus galau, nyetatus sedih pake ;( tmbah T_T, nyetatus nyindir orang secara ga langsung, marah marah akibat perlakuan orang, menasihati seseorang secara tidak langsung.. nahh orangnya dimana, nasihatnya dimanaa…. 😀 terkadang untuk mengekspresikan perasaan boleh tetapi kalo terus terusan… gak ahh!

saya termasuk cukup memberi perhatian terhadap dampak status saya. Nanti dibaca si A ikut galau, dibaca si B dia merasa tersindir, dibaca si C harga diri jatuh…hahaha gitu gitu deh *terlalu banyak mikir*. Tetapi ‘sok mikir’ itu yang bikin saya cukup dewasa dalam bertindak, tak lepas dari nasihat nasihat orang terdekat yang selalu mendukung ke-positif-an ku… Kalau lagi galau, gundah, gulana yaaa obatny curhat ke suami atau orang terdekat, ga nampol ? curhat ke Allah lah. Alhamdulillah selama ini si selalu mendapat pendinginan hati selesai curhat. :). Yaaa, sosmed memang tidak mencerminkan kondisi sesungguhnya sii. Kadang memang dibikin lebay buat menarik, dan saya juga kadang melebaykan diri untuk itu. Tapi kalo untuk soal pikiran dan kata kata negatif yang berdampak negatif bagi orang lain dan diri sendiri, hmmm semoga selalu diingatkan sebelum nyetatus :P.

(belajar) Menjadi positif itu juga saya terapkan kepada anak saya. Hal kecil misalnya, jika Farren jatuh.. dulunya “oo, sayaang, nakal ya lantai nya…plaak, sudah dipukul bunda, lantainya”. Karena si mbah sering sekali melakukan ini, dan si kecil terdiam oleh karena lantai sudah dipukul. Tetapi sepertinya kurang pas menurutku. Nah sekarang seiring bertambahnya waktu saat si kecil jatuh ”huaaaa bundaaa, bolanya nakal, aku jatuh”… “eiit Farren ndak hati hati maennya, makanya kesandung bola”. Sembari menentramkan tangisan si kecil dengan pelukan, pangkuan, ritual saya selama ini adalah bercerita dan nasihat. Farren jatuh karena nggak hati hati, boleh lari lari tapi hati hati ya..lihat jalannya. Dan nangisnya sebentar aja, tuh udah diobatin bunda 😉. Anak saya memang cukup sering jatuh, karena aktifitasnya yang kaya setrikaan dan cukup pemberani, jadi dia berpikir jatuh, sakit adalah nomer sekian, yang penting keinginannya terlaksana. Dan akibat cukup pemberani itu si mbah mbahnya akhirnya mengambil jalan pintas “farren, sudah ga boleh lari lari!” 😀 oo..OOO…. Tetapi sedikit ilmu tersebut cukup mengendap di otaknya. Sekarang kalo habis jatuh, sambil nyengir nyengir kesakitan, dia bilang “bunda, aku nggak hati hati.. habis kepleset!” :*

Tidak hanya soal itu, saya selalu (belajar) mencoba mencari kesalahan diri dulu daripada kesalahan orang lain. Jika ada si A bilang begitu, saya selalu mencoba menetralkan dan mencoba obyektif. Kesannya mungkin ihh sok banget, ga ngerasain si lo! Atau gampang kalo ngomong doang! Terserah, bagi saya menyampaikan sedikit kebenaran, membuka wawasan atau mendinginkan hati yang lagi galau cukup penting dari pada ikut ngomporin tanpa solusi.. Hal itu juga mulai saya terapkan dalam membimbing si kecil. Misal ada yang cubit cubit si kecil atau temen farren mukul si farren…. farren tentu sudah memasang kuda kuda membalas atau bilang ke bundanya. Saya selalu bilang, ndak farren, itu temennya pengen kenal, bukan mukul karena marah. Farren ga perlu balas mukul. Tanya pake mulut dulu, kok pukul-pukul?”. Seringkali melihat para ibu2 langsung menggendong atau memisahkan anaknya dengan si ‘bandel’. Padahal si anaknya si oke oke aja, dicubit dikit2 juga ga apa2. Tapi yaa karena kasih sayang, ga rela anaknya digituin, langsung nyamperin sambil ‘kompor’ “si D itu nakal ya, ga usah temenan sama dia”. Nah itu tadi sudah termasuk ngajak si kecil bernegatif ria. Akhirnya nasihat negatif itu mengendap di otaknya, muncul sikap negatif dengan sendirinya pada si anak apabila berada di dekat si D. Beda lagi kalo kasusnya si teman sudah membahayakan si kecil, sudah susah dibilangin, disini perlu ditanamkan pertahanan diri, bolehlah dibalas, farren berani kan? Kalo temennya tetep mukul, nanti bunda bilangin mamanya atau bu guru. Sering juga mendengar kasus anaknya orang, pulang sekolah si kecil lapor kalo si X nakal, minta kue atau diapain gitu.. beuuh si emaknya bahkan utinya juga ikutan besok langsung mencari namanya si X, bisa di maki, ancam, njeplak kata kata yang ga enak didengar tuh, karena anaknya diperlakukan yaa bagiku si cukup wajar di dunia anak anak XD.

Hihihihi karena Farren ini termasuk anak yang usil, sering sekali ngusilin temennya tapi maksud bukan usil dan sering tidak tersampaikan. Suatu hari saat bel pulang sekolah berbunyi, dia paling pertama keluar dari kelas. Tidak langsung pulang, tetapi dia mencegat teman temannya di depan pintu. “Stooop … stooop, sambil menghadang hadangi temannya yang mau keluar kelas”. Jelas aja temannya risih, ada yang cuek keluar ada yang terdiam, ada yang pengen nangis karena dihalangi ketemu mamanya yang nunggu di luar. Karena membuat kekacauan di pintu kelas, si gurunya turun tangan. Farren ga boleh, temannya mau lewat… “stooopp, berhenti kamu” stoop, lampu merah”.. akhirnya digendong aja sama gurunya…. Udah macet sii… Dari situ ada yang menyimpulkan bahwa si kecil usil, nakal, suka ganggu. Ternyata eh ternyata, di rumah bunda tanya..”Farren kenapa temannya ga boleh keluar kelas?distop stop gitu?” jawabnya dengan enteng, “iya, soalnya aku jadi polisi, bunda… lampu merah harus berhenti, stoop stopp”. Oalaahh….hahahah Sambil kucium, “farren ga pake baju polisi si, temannya ga tau kalo farren jadi polisi, stop stop gitu. Makanya tadi ada yang marah, nangis sama Farren”… hmmhmm… Belajarlah dari si kecil untuk menjadi lebih positif. ^___^

 Image

There is little difference in people, but that little difference makes a big difference. The little difference is attitude. The big difference is whether it is positive or negative.  W. Clement Stone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s